Pelajar Meksiko Ciptakan Bra Pendeteksi Kanker Payudara

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Kamis, 04/05/2017 01:32 WIB
Pelajar Meksiko Ciptakan Bra Pendeteksi Kanker Payudara Berangkat dari pengalaman ibu, seorang pelajar ciptakan bra yang bisa deteksi kanker. (REUTERS/Bobby Yip)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terinspirasi dari perjuangan ibunya melawan kanker payudara, pelajar usia 18 tahun asal Meksiko menciptakan bra yang dapat mendeteksi kanker payudara.

Dilansir dari Independent UK, berkat rancangannya itu, remaja bernama Julian Rios Cantu itu pun mendapatkan penghargaan dari Global Student Enterpreneur Awards (GSEA). Dia berhasil mengalahkan 13 pelajar dari seluruh dunia dan membawa pulang $20 ribu.

Bra yang diberi nama EVA dilengkapi sekitar 200 biosensor. Tujuannya, untuk memantau perubahan suhu, bentuk dan berat payudara.


Dia mengatakan, biosensor berfungsi untuk menentukan konduktivitas termal berdasarkan zona tertentu.

Biasanya, penderita kanker payudara harus merelakan kehilangan payudaranya karena diangkat untuk menghentikan sel kankernya. Maka itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan oleh para penderita kanker ini.

"Kenapa bra? Karena karena payudara memiliki posisi yang sama dan pemakaiannya tidak lebih dari satu jam selama seminggu," ujarnya saat diwawancarai El Universal.

Dia mengatakan, panas yang dihasilkan dari biosensor tersebut dapat mengindikasikan lebih banyak aliran darah. Hal tersebut dapat memberikan asupan untuk aliran darah dalam melawan beberapa jenis sel kanker.

"Begitu banyak mal-informasi di payudara atau tumor, maka akan banyak vaskularisasi. Semakin tinggi suhu maka aliran darah akan semakin banyak," tuturnya.

Informasi yang terdapat dari bra tersebut dapat disalurkan ke saluran gawai dengan menggunakan bluetooth. Dari sana, seseorang dapat mengetahui informasi soal kesehatan payudaranya.