Hanya saja, di beberapa negara keterbatasan restoran makanan Indonesia dan bahan-bahan masakan menjadi kendala utama menikmati makanan Indonesia.
“Di sini susah cari makanan Indonesia, makanya setiap hari saya selalu buat makanan Indonesia sendiri di rumah,” kata Nophirahayu Akbar, istri salah satu staf KBRI di Bratislava kepada CNNIndonesia.com saat Indonesian Food Tour di Bratislava beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
”Namun untuk mengobati kerinduan pada makanan Indonesia, Nopi yang sudah hampir tiga tahun di Bratislava sendiri mengaku pada akhirnya rasa makanan Indonesia yang dibuatnya masih kurang mantap.
Saat ingin membuat rendang misalnya, dia mengungkapkan kalau dia kesulitan untuk mendapatkan beberapa bumbu rendang yang khas. “Kalau sudah kesulitan kami biasanya mengakali masakannya.
“Karena sulit dapat bumbu rendang, akhirnya saya pakai goulash (masakan Slovakia yang mirip dengan semur) dan ditambahkan dengan santan kental di dalamnya. Ya rasanya sedikit mirip-mirip rendang, lumayanlah.”
Bukan cuma soal rendang, akal-akalan masakan lainnya juga kerap dilakukan untuk mendapatkan cita rasa makanan Indonesia seautentik mungkin. Beberapa hal yang dilakukan misalnya ketika butuh kecap manis.
Kecap manis memang bukan hal yang umum di Eropa dan negara-negara Asia lainnya. Lebih mudah untuk mendapatkan kecap asin dibanding kecap manis. Untuk mendapatkan kecap manis, biasanya mereka meramu kecap manisnya sendiri. Caranya dengan membuat mengolah kecap asin ditambahkan dengan gula palem dan juga daun salam. Kecap asin ini direbus sampai kental dan menjadi kecap manis.
Trik lain yang kerap dilakukan adalah saat harus membuat lemper. Karena sulitnya mendapat daun pisang, mereka membuat lemper dengan bungkus plastik ataupun alumunium foil. (chs)