Taiwan Perbanyak Restoran Halal demi Rayu Turis Indonesia

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Rabu, 10/05/2017 16:22 WIB
Taiwan Perbanyak Restoran Halal demi Rayu Turis Indonesia Kepulauan Matsu di Taiwan. (Thinkstock/Jui-Chi Chan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Biro Pariwisata Taiwan menemukan strategi ampuh untuk merayu wisatawan asal Indonesia agar mau berlibur di negaranya tahun ini. Salah satunya adalah dengan memperbanyak jumlah gerai makanan dan minuman halal.

Cindy Chen, Deputi Direktur Biro Pariwisata Taiwan optimistis kebijakan memperbanyak jumlah gerai yang menjual makanan dan minuman halal, bisa mendongkrak kunjungan wisatawan Indonesia ke Taiwan sebanyak 250 ribu orang. Angka itu naik 31,57 persen dibandingkan jumlah warga Indonesia yang berlibur ke Taiwan sebanyak 190 ribu orang tahun lalu.

“Taiwan menyadari kebutuhan kuliner halal bagi turis Indonesia, sehingga kami terus memperbanyak restoran atau pusat jajanan makanan dan minuman halal. Saat ini sudah ada sekitar 100 gerai," kata Chen, dikutip dari Antara, Rabu (10/5).


Selain memperbanyak restoran bersertifikat halal, Chen menyebut pemerintah Taiwan juga mempermudah akses masuk bagi wisatawan dari berbagai negara.

Salah satunya diberikan kepada warga Indonesia yang bisa mengajukan permohonan visa multiple terhitung 1 Juni 2017.

Visa multiple diberikan kepada warga Indonesia yang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir pernah mendapatkan visa Taiwan (tidak termasuk visa kerja) dan tidak memiliki catatan pelanggaran hukum.

Solahuddin Nasution, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia Sumatera Utara (Asita Sumut) menyebutkan, promosi pariwisata Taiwan juga akan menguntungkan Sumut mau pun Indonesia secara nasional.

"Jadi bukan hanya turis kita yang semakin banyak ke Taiwan, tetapi juga bisa sebaliknya. Apalagi dewasa ini, wisatawan asal Taiwan juga sudah mulai semakin banyak yang mengunjungi Sumut," katanya.

Namun dia mengakui, untuk kepentingan kunjungan wisatawan yang semakin banyak, diperlukan penerbangan langsung dari Medan ke Taiwan.