Dikutip dari Independent, perempuan Amerika keturunan Afrika bernama Rane Baldwin mengaku terbang dengan American Airlines bersama temannya Janet Novack, seorang perempuan kulit putih pada 2 Mei 2017 lalu.
Baldwin merupakan pemegang kartu platinum American Airlines yang membeli dua tiket kelas ekonomi menuju Charlotte. Sebelum keberangkatan Baldwin memutuskan untuk upgrade kelas penerbangannya menjadi kelas pertama (first class).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pramugari mengatakan sudah tidak tersedia kursi kelas pertama lagi karena itu saya diminta untuk duduk di belakang," kata Baldwin kepada The Root, dikutip dari Independent, Rabu (17/5).
Hal tersebut jelas membuatnya tersinggung dan merasa mendapat perlakuan berbau rasis dari pramugari.
"Saya tidak pernah diperlakukan seperti itu, dibedakan," tegasnya.
"Ketika Baldwin menanyakan hal tersebut, dia diabaikan. Sementara ketika saya bertanya hal yang sama, mereka mau menjelaskan dengan panjang," kata Novack lewat akun twitternya.
Novack menuturkan, pramugari memberi penjelasan bahwa Baldwin bisa duduk di kelas pertama jika memang ada penumpang yang batal terbang di kursi yang tersedia. Namun, Baldwin tidak diizinkan untuk menunggu di area kelas pertama.
"Mereka memintanya untuk menunggu di belakang dan menolak untuk menatap matanya," tegas Novack.
Ketika menyadari masih banyak kursi di kelas pertama yang tidak terisi, Baldwin kemudian beranjak ke depan dan meminta hak nya untuk dipenuhi. Novack bahkan telah mengajaknya untuk duduk di kursi sebelahnya.
"Tetapi ada pramugara yang melakukan pengecekan akhir sebelum berangkat, menawarkan kepada saya untuk pindah ke kursi lain jika tidak nyaman duduk disebelah teman saya sendiri. Ini aneh," kata Novack.
"Padahal saya yang membelikan Novack tiket. Tetapi saya mendapat perlakuan seperti ini, apakah kita masih hidup 60 tahun ke belakang? Bahkan ketika saya meminta American Airlines untuk meminta maaf, akun twitter mereka mengabaikannya," keluh Baldwin. (ard)