"Tahun ini kami anggarkan Rp16 miliar untuk menata bantaran sungai, jalur pejalan kaki, kios pedagang dan lahan parkir," kata Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi di Semarang, seperti yang dilansir dari Antara pada Kamis (18/5).
Dengan pembangunan berbagai fasilitas pendukung, nantinya Kampung Pelangi yang dulu dikenal dengan Kampung Gunung Brintik itu akan terlihat menyatu dengan Pasar Kembang Kalisari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga di balik jendela di Kampung Pelangi, Wonosari, Semarang. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Konsep tersebut terbilang berhasil, karena lahan kampung yang berbukit membuat perumahan warga jadi berwarna-warni serupa ilustrasi dalam kisah dongeng anak.
Hendrar mengaku bangga Kampung Pelangi mendapat banyak sorotan dari dalam dan luar negeri. Ia berharap semakin banyak wisatawan yang berkunjung, agar industri kreatif berbasis warga bisa ikut terdongkrak.
“Sudah banyak media asing yang melakukan peliputan ke sini. Saya optimis Kampung Pelangi bisa amenjadi ikon baru Semarang,” kata Hendrar.
“Saya juga mendorong agar dibentuknya kelompok sadar wisata (pokdarwis) yang mengelola fasilitas dan layanan wisata di Kampung Pelangi, agar objek wisata ini semakin terjaga kenyamanannya,” lanjutnya.
(ard)
