Pesona Sabang

Senja, Kopi, dan Mie Aceh di Pulau Weh

Gilang Fauzi , CNN Indonesia | Minggu, 21/05/2017 14:08 WIB
Senja, Kopi, dan Mie Aceh di Pulau Weh (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Sabang, CNN Indonesia -- Sore itu awan kelabu menggantung di langit Pulau Weh, Aceh, Jumat (19/5). Kawasan Pantai Goa Sarang yang CNNIndonesia.com kunjungi pun terlihat pucat. Tapi tidak dengan cakrawala yang meremang jingga nun jauh di ufuk barat.

Semburat mentari senja menyisakan berkasan cahaya kuning keemasan di batas laut selepas mata memandang. Sementara deburan ombak yang menerpa bebatuan di bibir pantai bergemuruh memecah keheningan.

Goa Sarang adalah satu dari banyak tujuan wisata para pelancong di pulau vulkanik kecil yang dulunya pernah terhubung dengan Pulau Sumatera ini. Untuk menikmati keindahan pemandangan laut dan tebing di kawasan wisata yang terbilang baru ini pengunjung cukup membayar tiket Rp5.000.

Wisatawan perlu menyeberang menggunakan perahu dari kawasan wisata ke Goa Sarang yang terletak di seberang pantai. Destinasi ini sangat cocok dijajal bagi mereka yang menggemari petualangan ke dalam goa yang terletak di tebing pinggir laut.

Terletak di Gampong Iboih, Kecamatan Sukakarya, Goa Sarang dapat disambangi dengan jarak perjalanan sekitar 15 menit dari Titik Nol Kilometer Indonesia.

Pelancong asal Malaysia berduduk santai menikmati senja dan deburan ombak di tepi pantai kawasan Goa Sarang, Pulau Weh. (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)

Gampong Iboih merupakan kawasan penginapan yang banyak disambangi para pelancong, termasuk mereka yang berdatangan dari mancanegara. Ada banyak tempat penginapan sederhana dengan harga terjangkau bagi para backpacker yang berniat menekan dana selama berwisata di Pulau Weh.

Kawasan Iboih banyak dikunjungi terutama oleh para penggemar wisata bawah laut. Para penyelam biasa menjajal keindahan biota laut di sekitar Pulau Rubiah yang berada 'selemparan batu' dari bibir dermaga Iboih.

Selain penginapan, kawasan wisata Iboih juga memiliki banyak tempat makan dengan tarif yang terbilang ramah di kantong. Menu yang dijajakan kebanyakan adalah lauk-pauk dan ikan hasil tangkap nelayan setempat.

Menu khas Tanah Rencong yang dipesan. (CNN Indonesia/Gilang Fauzi)


Sore itu CNNIndonesia.com memilih sebuah kedai yang menjajakan makanan khas Aceh. Mie Goreng Aceh dan Kopi Saring khas kuliner Tanah Rencong menjadi menu yang kami pilih di kedai yang terletak di ujung lokasi keramaian para penyedia jasa selam dan snorkeling.

Rasa pedas berbumbu rempah itu tak ubahnya dengan rasa Mie Aceh yang biasa dijajakan di banyak tempat. Namun suasana pantai Iboih dan percakapan warga setempat membuat kuliner yang disantap menjadi begitu istimewa, lebih-lebih ketika Kopi Saring itu terkecap di lidah.

Pangan lainnya yang kami nikmati sore itu adalah Omelet. Makanan ini merupakan perpaduan antara telur dadar dengan martabak khas lokal. Acar bawang menjadi pemanis taburan sekaligus memberikan rasa kecut-asam sebagai pengimbang dominasi mentega yang menyerap dalamnya.

Menu khas lokal itu terbilang murah untuk jajanan pulau yang jauh dari sumber bahan baku pangan. Harga Mie Goreng Aceh dibanderol Rp20 ribu, Omelet Rp10 ribu, dan Kopi Saring Rp5.000.

Tugu 0 KM Indonesia. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Wisata Pulau Weh, yang juga lebih dikenal Sabang, rupanya tak perlu mahal. Penduduk Iboih masih menawarkan alternatif wisata yang peuh kesederhanaan dan tidak terlalu menguras kocek.

Pulau Weh dalam waktu dekat akan menjadi pusat perhatian dunia. Pulau dengan pusat kota Sabang itu akan menjadi lokasi perhelatan Sail Sabang 2017 pada 28 November-5 November.

Para pelayar dari berbagai penjuru dunia bakal tumpah ruah di empat titik lokasi, yakni Teluk Sabang, Sabang Fair, Gapang Resort, dan Titik Nol Kilometer Indonesia.

Iboih dalam hal ini menjadi salah satu kawasan wisata yang mulai dibenahi oleh Kementerian Pariwisata agar lebih bisa diandalkan sebagai lokasi homestay para pelancong nantinya.