Saat Ziarah yang Paling Penting adalah Niat

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Selasa, 23/05/2017 15:55 WIB
Saat Ziarah yang Paling Penting adalah Niat Ziarah yang penting adalah niatnya. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memasuki bulan Ramadhan, umat Islam di Indonesia punya tradisi zirah ke makam para leluhur atau keluarga. Pemandangan ini mulai nampak di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Tengsin Jakarta Pusat. Peziarah memadati kawasan pemakaman ini pada Minggu (21/5). Hal ini jadi sumber rezeki bagi para pedagang bunga bahkan pedagang peci dadakan. Petugas makam juga 'kecipratan' rezeki dengan memenuhi permintaan warga untuk membersihkan dan mempercantik makam.

Ziarah ke makam mungkin bukan jadi hal yang sulit dilakukan jika keluarga memang dimakamkan di sekitar Jakarta. Namun tidak bagi Rani Eka Putri. Ia yang berasal dari Padang, Sumatera Barat ini urung melakukan ziarah ke makam jelang Ramadhan.

"Harusnya sih iya (ziarah), tapi karena rata-rata (keluarga dimakamkan) di Padang semua, ziarahnya pas di Padang aja," kata Rani saat dihubungi CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (22/5).

Di Jawa, tradisi ziarah ke makam jelang Ramadhan biasa disebut "nyadran". Kendati bukan pemeluk Islam, tapi Maria Faustina Beata tetap menjalankan tradisi nyadran bersama keluarganya. Ia mengatakan tahun ini keluarganya 'absen' nyadran ke Wonosari, Yogyakarta, kota asal sang ibu. Sebagai gantinya, ia bersama keluarga mengikuti tradisi Pedukuhan Mlati Glondong, Sleman, yakni "ruwahan" atau doa bersama lintas agama di komplek pemakaman dusun.


"Acaranya malam Jumat (18/5) minggu lalu, doa lintas agama mulai jam 8 sampai jam 11," kata perempuan yang akrab disapa Faustin ini.

Selain umat Islam, lanjutnya, doa lintas agama juga melibatkan umat Katolik, Hindu, Kristen dan Konghucu. Rangkaian acara pun dilanjutkan dengan laporan keuangan dusun termasuk pemasukan dari makam. Terakhir, acara ramah tamah warga dusun. Kerja bakti di pemakaman biasa dilakukan di hari lain atau pagi setelah doa bersama.

"Untuk nyadran dilakukan masing-masing keluarga. Biasanya nyadran dilakukan pada Minggu, saat semua anggota keluarga libur. Rata-rata warga Mlati adalah pendatang. Jadi nyadran-nya di desa asal masing-masing. Kakek-nenek saya yang asli Mlati biasa "nyekar" besar-besaran saat peringatan arwah 2 November lalu. Sekaran, ikut ruwahan dan hanya mampir makam," ujarnya.

Apapun bentuk kegiatan yang dilakukan, baik Rani maupun Faustin sepakat bahwa niat jadi hal utama saat ziarah ke makam. Menurut Rani, kadang ada orang yang menyalahgunakan ziarah. Ziarah yang tujuannya mendoakan mereka yang meninggal, kadang jadi ajang untuk memenuhi ambisi pribadi. Misalnya, berdoa di makam leluhur atau tokoh masyarakat agar bisa memperoleh harta atau tahta.

"Pertama adalah niat, niat berziarah untuk apa dulu, karena ada beberapa yang menyalahgunakan ziarah," tuturnya.

Menurut Faustin, doa untuk ketenangan arwah keluarga yang meninggal jadi hal utama dalam kegiatan ziarah atau nyadran. Selain itu, kata Faustin, ia juga 'menitipkan' permohonan atau harapan pada mereka yang sudah meninggal.

"Selain mendoakan, minta didoakan juga, karena percaya kalau orang yang sudah meninggal lebih dekat dengan Tuhan,"katanya.

Persiapan yang dilakukan sebelum ziarah, tergantung dari tradisi masing-masing keluarga atau daerah setempat. Faustin berkata, di Wonosari, keluarganya selalu menyiapkan sesaji seperti bunga, kendi berisi air, dan daun pandan. Kemudian, ada satu tempat disiapkan untuk meletakkan sesaji seperti kolak, ketan, apem, nasi serundengan dengan rempeyek, rokok atau tembakau, makanan favorit keluarga yang meninggal, juga beberapa lembar uang pecahan Rp2 ribu.

"Nantinya sesaji boleh dimakan bahkan jadi rebutan saudara-saudara saya yang masih SD, termasuk berebut uang itu tadi," kata Faustin.

Namun, umumnya sebelum ziarah, yang perlu disiapkan adalah bunga tabur dan air. Bagi mereka yang ziarah ke makam di desa, juga bisa menyiapkan alat kebersihan. Tak seperti di kota besar, kondisi komplek pemakaman desa perawatannya dilakukan oleh keluarga. Kerja bakti di makam pun kadang hanya dilakukan setahun sekali atau saat acara bersih desa. Waktu ziarah pun bebas, tapi akhir pekan biasa jadi pilihan karena seluruh anggota keluarga dapat turut serta.


ARTIKEL TERKAIT