Manchester Arena, Bekas Bioskop yang jadi Tempat Konser Akbar

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Selasa, 23/05/2017 11:43 WIB
Manchester Arena, Bekas Bioskop yang jadi Tempat Konser Akbar Situs manchester-arena.com mengklaim sejak pertama kali dibuka, stadion tersebut telah digunakan sebagai tempat konser sejumlah band dan musisi besar dunia. (Paul Gillett via geograph.org.uk (CC BY-SA 2.0))
Jakarta, CNN Indonesia -- Ledakan yang terjadi di konser Ariana Grande tadi malam menewaskan 19 orang dan melukai 50 orang lainnya. Aksi teror tersebut terjadi di Manchester Arena, stadion megah kelolaan SMG Europe yang sebelumnya sukses menggelar banyak konser berskala besar.

Dikutip dari berbagai sumber, Manchester Arena didesain oleh perusahaan konstruksi DLA Ellerbe Beckett, Ove Arup & Partners, dan Austin-Smith. Tujuan awal pembangunan Manchester Arena adalah sebagai bioskop yang memiliki tujuh layar studio, stadion multifungsi, dan gedung parkir bertingkat. Bioskop tersebut kini difungsikan sebagai call centre.

Stadion tersebut dibuka untuk umum sejak Juli 1995 dengan nama NYNEX Arena, sesuai nama perusahaan yang menjadi sponsor utama pembangunan stadion yang menghabiskan dana 52 juta poundsterling setara Rp897,78 miliar.


Dalam perjalanannya, Manchester Arena sempat mengalami beberapa kali pergantian nama karena beralihnya sponsor utama operasional stadion.

Diantaranya sempat berganti nama jadi Manchester Evening News Arena pada Juli 1998 sampai Desember 2011, saat media cetak terbesar di kota Manchester menyetop dana untuk operasional stadion tersebut.

Awal Januari 2012, pemerintah setempat kemudian mengubah namanya menjadi Manchester Arena. Tiga tahun kemudian tepatnya Juli 2013, perusahaan telepon seluler Phones 4u merogoh koceknya jutaan poundsterling dan menjadi sponsor utama stadion yang kemudian berganti jubah menjadi Phones 4u Arena.

Namun, pendanaan dari perusahaan tersebut terhenti dua tahun kemudian. Membuat stadion tersebut kembali menyandang nama Manchester Arena mulai 14 Januari 2015.

Arena Olah Raga

Ketika dibuka dibuka pada 15 Juli 1995, Manchester Arena yang memiliki daya tampung 21 ribu orang menjadi tempat pertunjukan duo atlet tari es Jayne Torvill dan Christopher Dean. Kemudian, ajang olah raga lainnya seperti hoki es, bola basket, sampai konser musik berlomba-lomba digelar di stadion tertutup tersebut.

Manchester Arena bahkan pernah diajukan Pemerintah Inggris sebagai salah satu tempat untuk menggelar perlombaan Olimpiade musim panas pada tahun 2000 silam, namun gagal karena kalah bersaing.

Sampai akhir tahun lalu, Manchester Arena masuk ke posisi empat besar stadion tersibuk di Eropa dan Amerika Serikat karena berhasil menjual tiket konser dan pertunjukan sebanyak 851 ribu lebih sepanjang 2016.

Angka penjualan tersebut hanya kalah dari The O2 Arena di London yang menjual 1,59 juta tiket, Madison Square Garden New York sebanyak 1,05 juta tiket, dan AccorHotels Arena di Paris sebanyak 873 ribu lebih tiket.

Konser Musik

Situs manchester-arena.com mengklaim sejak pertama kali dibuka, stadion tersebut telah digunakan sebagai tempat konser sejumlah band dan musisi besar dunia mulai dari U2, The Rolling Stones, Madonna, Lady Gaga, Pavarotti, Oasis, New Order, Simply Red, Take That, Five dan lain-lain.

Namun, status Manchester Arena sebagai stadion tersibuk dan terbesar di Eropa mendadak terguncang setelah tadi malam terjadi ledakan di luar stadion saat menggelar konser Ariana Grande bertajuk Dangerous Woman Tour. Ledakan yang membuat 19 orang meregang nyawa dan menyisakan 50 orang lainnya terkapar karena luka-luka.

"Insiden tersebut terjadi di luar arena konser di ruang publik terbuka. Kami mengucapkan turut berduka dan berdoa yang terbaik untuk seluruh korban," ujar manajemen SMG Europe sebagai pengelola Manchester Arena.




ARTIKEL TERKAIT