Arie Ahsanurrohim, Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Ngurah Rai menuturkan kejadian penahanan koper tersebut berlangsung kemarin, Selasa (23/5) saat Thameem memasuki bandara dengan melewati pemeriksaan x-ray.
Petugas bandara kemudian mencurigai koper besar yang dibawa wisatawan asal India tersebut karena hasil terawangannya melalui x-ray terdapat benda mencurigakan di dalamnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil pemeriksaan tersebut, petugas keamanan bandara menemukan 21 kotak di dalamnya yang berisi delapan ekor ular anakonda, enam ekor biawak, tujuh ekor phiton albino, tiga ekor phiton ritic dipong, enam ekor phiton reculatuse dan sembilan ekor kadal Afrika safanah.
Sampai saat ini, barang bukti masih berada di kantor karantina Bandara I Gusti Ngurah Rai, untuk penanganan lebih lanjut.
Pihaknya belum mengetahui secara rinci terkait modus pelaku membawa reptil tersebut. "Apakah sengaja menyelundupkan atau memang ada pesanan, kami masih menyelidiki," ujarnya. (ard)