Adakalanya, seseorang harus melakukan pekerjaan ataupun aktivitas lain sehingga tidak sempat melakukan salat Tarawih di masjid, sehingga ia hanya bisa melakukan di rumah. Bagaimana hukum dari hal tersebut?
CNNindonesia.com menyempatkan diri bertanya langsung kepada warga dan jawabannya pun beragam. Sebagian besar berpendapat bahwa salat Tarawih boleh saja dilakukan di rumah jika tidak dapat dilakukan di masjid. Adapula yang berkata jika dilakukan di masjid, ibadahnya terasa lebih afdal atau diutamakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bisa dilakukan di masjid, di musala, di rumah atau dimanapun,” terangnya. Namun jika dilakukan di rumah, memang ada nilai-nilai intrinsik yang diabaikan, berbeda dengan saat diterapkan di masjid.
“Ramadan bukan hanya untuk mendapatkan pahala personal, tapi Ramadan adalah upaya untuk meningkatkan intensitas sosial,” ungkapnya. Jadi meskipun seseorang berlomba-lomba meningkatkan pahala untuk diri sendiri, bisa jadi ia melupakan bahwa dirinya adalah makhluk sosial dan disinilah kesempatan untuk meningkatkan nilai tersebut.
Ia menambahkan pula bahwa salat Tarawih bisa dilakukan di rumah, namun tetap mengajak untuk ramai-ramai salat Tarawih di masjid. Pahalanya pun berlipat ganda, dimulai dari pahala beribadah secara berjamaah, pahala bersilaturahmi dengan umat muslim lainnya serta yang terakhir adalah mendapatkan tambahan ilmu dari tausiyah yang berguna untuk meningkatkan kualitas diri.
Lihat juga:Khusyuk Tarawih di Serambi Mekkah |
Demikianlah pandangan yang disampaikan oleh KH Maman Imanul Haq. Selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga puasa kita berguna bagi kehidupan dan diterima oleh Allah.
[Gambas:Video CNN] (rsa/rsa)