Namun kenyataannya, bulan puasa justru membuat tubuh beberapa orang justru jadi lebih gemuk. Jika mengalami hal ini, maka periksa kembali apa yang Anda santap saat sahur dan berbuka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika Anda melakukannya dengan ekstrem (langsung makan berlebihan setelah puasa) maka metabolisme akan bekerja sebaliknya dengan apa yang Anda coba capai," katanya.
Penelitian mengungkapkan bahwa berpuasa bisa bekerja efektif seperti metode pengurangan kalori dengan memangkas kalori. Namun tak dimungkiri, bagi orang yang belum terbiasa, puasa memang lebih sulit dilakukan (selain di bulan Ramadan).
Setidaknya, 38 persen pelaku diet menyerah untuk puasa. Sedangkan 29 persen lainnya mengaku bisa mengurangi makan.
Dalam studi lainnya mengklaim bahwa puasa adalah 'senjata' terbaik untuk menurunkan berat badan. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa responden non obesitas bisa kehilangan empat persen lemak total tubuhnya saat mereka berpuasa selama 22 hari.
Sedangkan untuk orang obesitas, berpuasa, dengan kondisi bahwa mereka hanya mengonsumsi 25 persen kebutuhan kalori hariannya akan membantu memangkas 2,4 kg dalam delapan minggu. Selain itu, sekitar tiga persen dari lemak tubuh juga hilang bersamaan dengan penurunan LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh.
Hanya saja, mengutip tribune, yang harus diperhatikan juga adalah insulin darah selama puasa juga akan menurun.
(chs)