Rasa Kesepian Picu Timbulnya Berbagai Macam Penyakit

Bimo Wiwoho , CNN Indonesia | Senin, 29/05/2017 21:08 WIB
Rasa Kesepian Picu Timbulnya Berbagai Macam Penyakit Selain pola makan yang tidak teratur dan olahraga yang minim, merasa kesepian juga dinilai sebagai faktor munculnya penyakit, khususnya bagi kalangan lansia (Dok/Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Selain pola makan yang tidak teratur dan olahraga yang minim, merasa kesepian juga dinilai sebagai faktor munculnya penyakit, khususnya bagi kalangan lansia.

Ketua Umum Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (Pergemi), Siti Setiati mengatakan perasaan kesepian dapat menjadi pemicu stres dan depresi. Jika berlarut-larut, rasa stres tadi dapat melemahkan daya tahan tubuh, sehingga penyakit mudah menjangkiti tubuh seseorang.

"Rasa kesepian atau loneliness itu memang membuat orang sedih kemudian daya tahan tubuhnya turun, ini menjadi pemicu timbul penyakit," kata Siti di gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (29/5).


Fenomena tersebut, dikatakan Siti, umumya terjadi pada kalangan lansia yang telah kehilangan pasangan hidup. Terlebih, anak cucunya sibuk dengan kehidupannya masing-masing. Bahkan, meskipun anak dan cucunya masih menemani, seorang lansia masih bisa merasa kesepian karena adanya ketidakcocokan.

"(Tinggal) Sama cucu, ngobrolnya enggak nyambung. Bahkan sama anaknya saja enggak nyambung. Ibu tua banget sih, omongannya. Misalnya begitu," kata Siti.

Siti lalu menceritakan salah satu pasiennya yang telah ditinggal sang istri karena meninggal dunia. Dia sudah tidak tinggal dengan anak-anaknya. Pasien ini, karena tipe golongan setia, depresi luar biasa saat istrinya meninggal dunia.

"Dia ikut-ikut mau meninggal dunia lho. Habis itu dia sakit lalu dirawat. Sembuh terus dirawat lagi karena di rumah kesepian," cerita Siti.


Siti dengan beberapa kerabat sang pasien lalu mencoba untuk mencarikan teman hidup yang baru untuk si pasien. Menurutnya, hanya itulah jalan keluar untuk menyembuhkan rasa kesepian si pasien. Namun, karena setia dengan istri, dia tidak tertarik dengan teman hidup yang baru.

Akhirnya Siti mengirim pengasuh untuk merawat pasien itu. Setidaknya, meski bukan teman hidup, pengasuh itu dapat memberikan perhatian lebih agar si pasien tidak terbelenggu dengan rasa sepi.

"Jalan keluarnya memang harus ada teman," lanjut Siti.