Sue Francis, salah seorang penumpang, menuturkan pria yang duduk disebelahnya itu mengaku terpaksa pipis di botol karena semua toilet di kabin tidak bisa digunakan.
"Ketika itu penerbangan terlambat. Dan saat pesawat sudah siap, seluruh penumpang diminta untuk bergegas naik. Toilet di bagian depan kabin sedang rusak, sehingga terjadi antrean di toilet bagian belakang," kata Francis, seperti yang dikutip dari Travelers Today pada Selasa (30/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang awak kabin memergoki aksi pria itu dan langsung menegurnya dengan nada tinggi.
Awak kabin yang memergoki kemudian meminta pria itu untuk membayar denda sebesar US$135 (sekitar Rp1,7 juta).
"Kejadian itu membuat suasana kabin heboh dan rekan sang pria merekam kejadian itu. Mengetahui hal tersebut, awak kabin mengambil alat perekam dengan nada marah," ujar Francis.
Setelah pesawat mendarat di Portugal, Francis mengatakan petugas kepolisian bandara telah bersiaga untuk menjemput pria itu di pintu kedatangan.
Francis mengaku memberanikan diri menjadi saksi, karena menilai pria tersebut tidak bersalah, sehingga keduanya langsung menjalani proses interogasi.
"Saya jelaskan, kalau seluruh toilet di kabin berfungsi pasti insiden ini tidak akan terjadi," kata Francis.
Usai interogasi dilakukan, Francis dan pria itu diizinkan pulang.
(ard)