Wisatawan Malaysia Semakin Mudah Liburan ke Pontianak

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Rabu, 07/06/2017 03:30 WIB
Wisatawan Malaysia Semakin Mudah Liburan ke Pontianak Direktur Niaga AirAsia Rifai Taberi mengatakan pembukaan rute Pontianak - Kuching bagian dari upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia. (CNN Indonesia/Gentur Putro Jati)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wisatawan asal Malaysia diyakini bakal semakin mudah menghabiskan waktu liburnya di Indonesia. Maskapai AirAsia telah membuka penerbangan Pontianak - Kuching yang dilayani setiap hari mulai Senin (5/6) ini.

Direktur Niaga PT Indonesia AirAsia Rifai Taberi mengatakan pembukaan rute Pontianak - Kuching menjadi bagian dari upaya perusahaannya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Indonesia.

"Dengan bertambahnya konektivitas kota-kota wisata di Indonesia dengan destinasi internasional, kami harap geliat industri pariwisata Indonesia dapat terus tumbuh sejalan dengan cita-cita Kementerian Pariwisata," kata Rifai dikutip dari keterangan resmi, Selasa (6/6).


AirAsia merupakan maskapai kedua yang membuka rute Pontianak - Kuching dan sebaliknya. Adapun rute tersebut merupakan rute internasional kedua di Bandara Supadio di samping Pontianak - Kuala Lumpur yang juga dioperasikan oleh maskapai berbasis di Malaysia tersebut.

Rifai menuturkan, penerbangan Pontianak - Kuching dilakukan setiap hari menggunakan Airbus A320 berkapasitas 180 penumpang.

Seiring dengan pembukaan rute tersebut, manajemen PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai pengelola bandara Supadio di Pontianak menyediakan insentif berupa cash back biaya jasa bandara yang besarannya bergantung dari pertumbuhan jumlah penumpang di rute tersebut.

Di samping itu, apabila AirAsia menambah frekuensi penerbangan untuk rute yang sama, maka juga akan mendapat insentif tarif jasa pendaratan atau landing fee.

Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perusahaannya sudah mengembangkan bandara Supadio demi meningkatkan standar pelayanan.

"Kini Angkasa Pura II merencanakan investasi Rp 2 triliun untuk pembangunan runway kedua guna mengoptimalkan kinerja bandara tersebut. Sehingga bisa membantu sektor pariwisata yang memiliki potensi cukup besar di Kalimantan Barat khususnya Pontianak," kata Awaluddin.

Mantan bos PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menyebut perusahaannya mendapat tugas dari Kementerian Pariwisata untuk mempermudah masuknya 4 juta wisatawan asing dari seluruh bandara kelolaannya.