Pasalnya pemerintah AS bakal melarang laptop dan perangkat elektronik berukuran lebih besar dari telepon selular (ponsel) untuk dibawa masuk ke kabin pesawat. Perangkat tersebut harus disimpan di bagasi bersama koper dan tas bawaan penumpang lainnya.
Ketentuan tersebut bisa saja merugikan. Karena laptop yang disimpan di bagasi pesawat, rentan rusak jika penanganannya tidak dilakukan secara hati-hati oleh petugas kargo di bandara. Belum lagi risiko laptop tersebut raib dicuri, padahal berisi data-data bisnis yang sangat penting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa tipe ponsel canggih memiliki perangkat terpisah berupa keyboard dan mouse khusus untuk memudahkan pemiliknya tetap bekerja selama berada di dalam pesawat yang menempuh perjalanan jauh. Dengan memiliki dua perangkat tersebut, Anda telah menyulap kantor pribadi yang terbang di udara.
2. Penyangga
Penyangga atau phone holder bisa mempermudah penumpang pesawat untuk membaca email pekerjaan atau menonton film selama berada di dalam pesawat. Alat ini dipastikan lebih efektif dibandingkan menyandarkan ponsel Anda di kursi penumpang yang duduk di depan.
3. Jangan lupakan power bank
Bekerja menggunakan ponsel atau menjadikannya sebagai pusat hiburan tentu akan menguras baterai ponsel tersebut. Jika pesawat yang dinaiki untuk terbang ke AS tidak dilengkapi dengan fasilitas pengisian baterai ponsel, maka membawa power bank berkapasitas besar adalah solusi.