Rekomendasi Kuliner

Correlate, Sajian Eklektif Berstandar Tinggi dari Chef Juna

Syanne Susita , CNN Indonesia | Jumat, 09/06/2017 20:20 WIB
Correlate, Sajian Eklektif Berstandar Tinggi dari Chef Juna Unagi Avocado Roll di Correlate mengawinkan keahlian memasak gaya Perancis dan Jepang. (Dok. Correlate)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Chef Juna Rorimpandey bukanlah nama asing di Indonesia. Sebagai selebriti chef, ia membuat pemirsa berkesan dengan komentar tajamnya sebagai juri program memasak Masterchef Indonesia.

Kini penikmat kuliner dapat menikmati langsung hidangan kreasi Chef Juna di restoran terbarunya, Correlate yang terletak di lantai lobi gedung Menara Rajawali, Kuningan.

Menurut chef Juna Rorimpandey, membuka restoran adalah cita-cita akhir seorang chef.

“Bisa menjalankan satu establishment, setelah sekian lama bekerja di industri ini, itu pasti impian setiap chef tentunya. Jadi, kalau mau disebut ini mimpi yang menjadi kenyataan, so far, bisa dibilang seperti itu,” ungkap chef kelahiran Jakarta ini saat ditemui CNNIndonesia.com di restoran terbarunya itu (7/6).
Correlate, Sajian Eklektif Berstandar Tinggi dari Chef JunaFoto: CNN Indonesia/Syanne Susita

Mengambil tema eklektik, Juna menjelaskan jika pilihan makanan dan minuman yang disajikan dalam Correlate tidak ada batasan atau peraturan khusus. Correlate memasak semuanya. Yang membedakannya adalah variasi di jenis makanan.

“Kita tidak memasak makanan yang banyak disajikan di restoran lain. Contohnya, kita memiliki menu pasta tetapi pilihan pastanya bukan tipikal aglio olio atau carbonara tetap lebih gourmet. Namun, walau mengambil berbagai masakan dari berbagai negara, panduan Correlate banyak dari Japanese and French cooking style,” terang chef yang nama aslinya adalah Junior Juna Rorimpandey ini.
Correlate, Sajian Eklektif Berstandar Tinggi dari Chef JunaFoto: CNN Indonesia/Syanne Susita

Alasan kenapa pilih Perancis karena dianggap teknik memasak nomor satu. Sedangkan Jepang karena makanannya menjadi favorit banyak orang dan itu sudah mendapat pengakuan secara internasional.

Dan, memang Japanese dan French merupakan spesialisasi chef 42 tahun ini.

Correlate sendiri baru buka sekitar Oktober 2016. Sebelumnya, tempat ini adalah pusat pelayanan sebuah penyedia jasa telekomunikasi, yang kemudian disulap menjadi satu aula restoran besar bernuansa hijau pupus yang terbagi dalam dua area tematis.
Correlate, Sajian Eklektif Berstandar Tinggi dari Chef JunaFoto: CNN Indonesia/Syanne Susita

Bersantap di daerah bar, pengunjung akan merasa seperti berada di Perancis dengan interior yang berwarna hitam dan emas.

Sedangkan di sisi lain dimana pengunjung bisa melihat langsung chef Juna mengelola open kitchen di area yang bernuansa jepang dengan detail interior pohon sakura, pigura foto dan juga dinding yang dilukis dengan gambar wanita berkimono di tengah bunga sakura.

“Saya ambil tema musim semi dan musim gugur. Di Perancis, musim apa yang paling enak? Jawabannya, ya, musim gugur. Sedangkan di Jepang, terkenal musim yang paling indah adalah musim seminya dimana bunga sakura bermekaran.”

Bertindak sebagai chef patron dari restoran ini, Chef Juna mengontrol langsung semua makanan yang keluar sebelum disajikan sehingga tampilan dan rasa tetap konsisten.

“Saya paling anti untuk membeli barang jadi. Semua yang disajikan di sini seperti es krim, salad dressing, roti, chocolate pralin, kita benar-benar buat dari nol. Correlate harus menjaga kualitas yang kita berikan dari awal. Malah, harus bisa meningkat lagi.”
Correlate, Sajian Eklektif Berstandar Tinggi dari Chef JunaFoto: Dok. Correlate

Dan, standar tinggi seperti apa yang dijanjikan chef Juna ini memang dibuktikan dari setiap hidangan Correlate yang memiliki bandrol harga dari Rp50 ribu hingga Rp400 ribu ini.

Sebut saja, dari makanan pembukanya, sup miso. Dashi dalam kuah sup sangat terasa, potongan tahunya tidak pelit, tekstur tahu lembut seolah ‘meleleh’ saat disantap dan yang paling menyenangkan adalah potongan rumput lautnya yang tebal dan besar.

Sebagai makanan utama, Lamb 3 Ways merupakan hidangan yang memamerkan ketrampilan memasak para koki asuhan Chef Juna ini. Sesuai dengan namanya, daging kambing diolah dalam tiga teknik memasak yang berbeda dan disajikan dalam penataan di piring dengan cantik.

Yang unik adalah irisan daging kambing yang disantap dengan macaroon. Rasa camilan ini biasanya manis, tetapi di Lamb 3 Ways ini rasa macaroon pun gurih.

Dan, jika ingin mencoba menu yang satu ini, hanya bisa ditemui di malam hari. Correlate memang menyediakan dua macam menu, menu siang dan malam hari.

Sajian menu Perancis yang lebih canggih pengolahannya memang banyak ditemui pada menu malam. Namun, ada beberapa pilihan makanan yang bisa ditemui di menu siang dan malam.

Salah satu menu sepanjang hari di restoran yang memiliki banyak sudut cantik untuk para pengunjung ber-selfie ini adalah Unagi Avocado Roll.

Sushi seharga Rp113 ribu diluar pajak dan jasa ini bukan sekedar sushi belut yang banyak ditemui di berbagai restoran Jepang di Jakarta. Sushi ini mengawinkan teknik pengolahan gaya Perancis dan Jepang.

Belut dipanggang (gaya Perancis) terlebih dahulu sehingga warnanya menjadi gelap kecokelatan dan ada efek mengkilat dari efek panggang tersebut, baru digulung (gaya Jepang) bersama dengan irisan alpukat dan taburan wijen.

Sedangkan sebagai makanan penutup, menu wajib dicoba adalah Poppy Seed Cake. Dari tampilannya, cake ini sudah menggoda dengan glaze bagian atasnya yang berwarna hijau turquoise.

Kue ini terdiri dari lima lapisan yang terdiri dari yogurt ganache, krim markisa, madeleines lemon, di bagian paling tengah, kue spons yang ditaburi dengan biji bunga popi dan, sebagai unsur renyah, lapisan di paling bawah, karamel biji bunga matahari.
Correlate, Sajian Eklektif Berstandar Tinggi dari Chef JunaFoto: Dok. Correlate


BACA JUGA