Melihat bau badan sebagai hal yang tidak menyenangkan, sejumlah produk kecantikan pun mulai berlomba-lomba mencari keuntungan dengan mengeluarkan deodoran. Nampaknya, tidak seorang pun yang tidak memiliki deodran di meja riasnya.
Lihat juga:Delapan Tips Praktis Atasi Bau Badan |
Dilansir dari Huffingtonpost, persoalan bau badan dipengaruhi oleh gen yang dimiliki seseorang. Mereka yang memiliki gen ABCC11 dinilai beruntung karena tidak membutuhkan deodorant untuk persoalan bau badan.
Gen ABCC11 dikatakan sebagai salah satu gen yang berfungsi tidak menghasilkan keringat berlebih di bagian ketiak. Namun, ketika pemiliki gen ABCC11 menggunakan deodorant justru akan mengakibatkan bau badan karena percampuran keringat dan bahan kimia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Temuan ini memiliki beberapa potensi untuk menggunakan gen dalam memilih produk kebersihan pribadi. Uji gen sederhana juga dapat memperkuat kesadaran diri dan menghemat beberapa pembelian dan penggunaan bahan kimia yang tidak perlu untuk produsen tanpa bau badan," ujarnya.
Dari penelitian itu juga disebutkan hampir 97 persen orang Eropa dan Afrika memiliki gen yang memproduksi bau keringat tidak sedap di ketiak. Hal itu justru berbeda dengan Asia Timur dan Korea yang sebagian penduduknya justru tidak memiliki masalah soal bau badan.
Lihat juga:Lima Cara Alami Memutihkan Ketiak Hitam |
Untuk mengetahui apakah seseorang memiliki gen ABCC11 dapat dilihat dari jenis kotoran telinga mereka. Gen ABCC11 memiliki kotoran telinga kering dan tidak lengket.
Meski demikian, bagaimana dengan seseorang yang memiliki masalah dengan bau badan? Rodriguez mengatakan, mereka dapat menggunakan antiperspirant yang berfungsi untuk mengurangi keringat pada ketiak.
Antiperspirant tersebut, kata Rodriguez, sebaiknya dioleskan di malam hari karena akan membantu memasang saluran keringat menjadi lebih baik. (sys)