Ketua PHRI Yogyakarta Istidjab Danunagoro mengakui perilaku menaikkan harga kamar kerap dilakukan pengelola hotel di saat Yogyakarta kebanjiran pemudik dari luar kota.
"Saat Lebaran nanti hotel memasuki very peak season. Kami berharap sewajarnya saja dalam memberikan surcharge (tarif tambahan)," kata Istidjab dikutip dari Antara, Jumat (16/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Okupansi Hotel
Menurut pria yang kerap disapa Is tersebut, saat ini okupansi hotel masih rendah di kisaran 30-40 persen. Namun okupansi akan meningkat dan melonjak signifikan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.
Hotel-hotel yang ada di pusat kota, disebutnya akan menikmati okupansi sampai 100 persen selama Lebaran.
"Sekitar sepekan menjelang Lebaran biasanya mulai naik," kata Istidjab.
Untuk menghindari pemesanan kamar hotel yang tidak jelas, beberapa hotel mulai menerapkan ketentuan uang muka 30-50 persen dari tarif yang ditentukan.