Kisah Unik Perempuan yang Dilamar di Atas Panggung Wisuda

Ferdy Thaeras, CNN Indonesia | Rabu, 21/06/2017 11:00 WIB
Kisah Unik Perempuan yang Dilamar di Atas Panggung Wisuda Setiap orang memiliki cara unik untuk melamar kekasihnya, salah satunya saat sedang wisuda. (Foto: aleksandra85foto/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap lelaki memiliki caranya masing-masing untuk melamar pujaan hatinya. Seringkali caranya unik dan melibatkan banyak orang untuk menyaksikannya.

Hal ini dilakukan oleh seorang mahasiswa 22 tahun, Ibragim Tashim dari Skotlandia. Ia melamar kekasihnya, Assel Nurmukhambetova yang juga berusia 22 tahun saat baru saja diwisuda oleh para dosen kampus di panggung acara wisuda Universitas Aberdeen, Skotlandia.




Saat Assel sedang menjalani proses wisuda di atas panggung, tiba-tiba kekasihnya berlari ke atas panggung dengan membawa sekuntum bunga mawar merah dan sebuah kotak kecil berisi cincin. Sang lelaki lalu menyanyikan beberapa bait lagu Maher Zain yang berjudul ‘For The Rest Of My Life’ di atas panggung.

Disaksikan oleh banyak dosen hingga mahasiswa, Assel merasa tersipu sekaligus malu. Hal ini tersirat dari ekspresi wajahnya yang sangat tidak nyaman dan berusaha tersenyum tipis ke arah audiens.



“Untuk sisa hidupku, aku ingin bersamamu dan berada di sisimu dengan jujur dan apa adanya. Untuk sisa hidupku, aku akan mencintaimu. Dengan hormat dan cinta. Aku bertanya, maukah kau menikah denganku?” ujar sang kekasih sambil menekuk satu lutut.

Terlihat dari sebuah video yang direkam dari tempat duduk audiens, sang lelaki sempat salah menyematkan cincin dan berusaha mencium kekasihnya. Namun perempuan yang dilamar justru malu dan membuang muka ke arah penonton sehingga ia hanya bisa mencium pipinya.



Sayangnya setelah kejadian lamaran di depan umum tersebut, Assel dan Ibragim disoraki semua orang dan kembali ke tempat duduk. Assel terlihat tidak melihat muka kekasihnya dan terlihat tidak bicara sepatah kata apapun sepanjang acara.

Salah satu audiens yang diwawancara mengaku bahwa perempuan yang dilamar terlihat sangat tidak nyaman dan sepertinya hal tersebut tidak ia inginkan. Respon yang didapat dari para penonton yang biasanya kedua insan saling bahagia justru sebaliknya.



Terlepas dari ekspresi yang ditampilkan maupun opinin audiens, Ibragim mengaku tetap akan menikahi Assel dalam waktu dekat. Keduanya berasal dari Kazakhstan dan menjalani studi di Skotlandia bersamaan.

Ibragim juga mengaku bahwa kekasihnya menjawab ‘iya’ saat dilamar di atas panggung dan pernikahan akan dilangsungkan di Kazakhstan. Ide melamar di atas panggung wisuda ini telah dipikirkan sejak setahun yang lalu, seperti yang dilansir oleh Daily Mail.