Penerbangan Juga Bisa Ditunda Saat Cuaca Terlalu Terik
Ardita Mustafa | CNN Indonesia
Rabu, 21 Jun 2017 16:01 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Tertundanya penerbangan akibat cuaca yang buruk adalah hal biasa. Tak hanya hujan, ternyata di saat terik pun pesawat bisa diminta untuk tidak terbang.
Dilansir dari Travel and Leisure hingga Selasa (20/6), sebanyak 50 penerbangan di Bandara Internasional Phonenix Sky Harbor harus ditunda karena cuaca yang terlalu panas. Jika panas masih melanda, bukan tidak mungkin kalau semakin banyak penerbangan yang dibatalkan.
Salah satu maskapai yang menunda penerbangannya, American Airlines, mengatakan kalau pesawat mereka memiliki ketahanan terhadap suhu panas maksimal sebesar 47,7 derajat Celcius.
Sedangkan hari itu, cuaca di Phoenix mencapai 48,8 derajat Celcius.
[Gambas:Instagram]
Patrick Smith, seorang pilot dan penulis buku ‘Cockpit Confidential’, menjelaskan secara garis besar kalau suhu yang terlalu panas dapat merusak komponen mesin pesawat, sehingga sangat berbahaya jika tetap dipaksakan untuk terbang.
Ditambah lagi dengan faktor tipisnya tekanan udara yang dapat memengaruhi penerbangan dan pendaratan di bandara.
Sebelumnya, seperti yang dilansir dari CNBC, kondisi yang sama pernah terjadi di Bandara Phoenix pada 26 Juni 1990. Namun, saat itu belum ada catatan berapa penerbangan yang dibatalkan.
Hingga saat ini, suhu terpanas di dunia masih terus diperdebatkan.
Tapi, Kuwait pernah mengalami suhu panas sebesar 53,8 derajat Celcius pada 2016 begitu juga dengan Death Valley di California, sebesar 56,6 derajat Celcius pada 1913.
(ard/ard)
Dilansir dari Travel and Leisure hingga Selasa (20/6), sebanyak 50 penerbangan di Bandara Internasional Phonenix Sky Harbor harus ditunda karena cuaca yang terlalu panas. Jika panas masih melanda, bukan tidak mungkin kalau semakin banyak penerbangan yang dibatalkan.
Salah satu maskapai yang menunda penerbangannya, American Airlines, mengatakan kalau pesawat mereka memiliki ketahanan terhadap suhu panas maksimal sebesar 47,7 derajat Celcius.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
[Gambas:Instagram]
Patrick Smith, seorang pilot dan penulis buku ‘Cockpit Confidential’, menjelaskan secara garis besar kalau suhu yang terlalu panas dapat merusak komponen mesin pesawat, sehingga sangat berbahaya jika tetap dipaksakan untuk terbang.
Ditambah lagi dengan faktor tipisnya tekanan udara yang dapat memengaruhi penerbangan dan pendaratan di bandara.
Sebelumnya, seperti yang dilansir dari CNBC, kondisi yang sama pernah terjadi di Bandara Phoenix pada 26 Juni 1990. Namun, saat itu belum ada catatan berapa penerbangan yang dibatalkan.
Hingga saat ini, suhu terpanas di dunia masih terus diperdebatkan.
Tapi, Kuwait pernah mengalami suhu panas sebesar 53,8 derajat Celcius pada 2016 begitu juga dengan Death Valley di California, sebesar 56,6 derajat Celcius pada 1913.
(ard/ard)