Sayangnya, makanan tersebut tinggi kandungan lemak jenuh dan santan yang jika dikonsumsi berlebihan akan membahayakan tubuh.
Menurut American Heart Association, mengonsumsi terlalu banyak makanan yang mengandung lemak jenuh dan bersantan merupakan salah satu penyebab penyakit kronis, seperti diabetes dan penyakit jantung koroner.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meningkatkan Kadar Kolestrol dalam Darah
Secangkir santan kaya akan lemak jenuh mengandung hampir 90 persen dari total kebutuhan dalam sehari. Begitu juga dengan seporsi kelapa kering atau kelapa sangrai yang biasa digunakan sebagai bumbu rendang dan serundeng. Bahkan, secangkir kelapa kering memiliki lemak jenuh lebih dari 100 persen batas atas yang disarankan. Lemak yang terlalu banyak dalam makanan Anda dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Gas dan Kembung Berlebihan
Mengonsumsi makanan berlemak dalam jumlah besar meningkatkan produksi gas dan membuat kembung. Setelah makan makanan berlemak tinggi, bisa terjadi suplai gas dalam pencernaan yang lebih tinggi.
Meski buang gas adalah bagian alami dari proses pencernaan, perut yang menyimpan gas berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Menurut National Digestive Diseases Information Clearinghouse, makanan berlemak dapat menunda pengosongan perut dan menyebabkan kembung sehingga perut menjadi tidak nyaman.
Penyempitan Pembuluh Darah
Penyempitan pembuluh darah atau aterosklerosis terjadi karena adanya sumbatan dari plak. Plak terdiri dari kolesterol dan endapan lemak. Saat plak terbentuk, dinding arteri menjadi lebih tebal. Hal ini mengurangi aliran darah dan mempersempit pembukaan untuk suplai oksigen ke sel-sel dalam tubuh.
Plak dapat benar-benar menghalangi aliran darah melalui arteri besar atau menengah di jantung, otak, panggul, kaki, lengan atau ginjal. Fatalnya, hal ini dapat menyebabkan jantung koroner.
Memicu Tekanan Darah
Tingginya kolestrol dalam makanan tidak sehat berpengaruh terhadap hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Hipertensi adalah kondisi saat tekanan darah pada dinding arteri meningkat.
Dalam keadaan normal, arteri yang sehat bersifat fleksibel, kuat dan elastis. Lapisan dindingnya halus sehingga darah mengalir bebas, sehingga mampu memasok nutrisi dan oksigen ke organ vital dan jaringan tubuh lainnya.
Secara bertahap, hipertensi meningkatkan tekanan darah yang mengalir melalui arteri. Hal ini berakibat pada menurunnya kesehatan otak, jantung dan ginjal.
(vws)