"Faktor risikonya, antara lain, hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, dan gaya hidup kurang bergerak," ujarnya.
Selain itu, usia yang semakin tua mempengaruhi pembuluh darah menjadi lebih mudah tersumbat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penanganan stroke sangat bergantung pada waktu. Semakin cepat penanganannya, tingkat kesembuhan semakin baik.
Dalam penanganan kasus stroke, dikenal istilah golden period. Jika kurang dari 4,5 jam sejak terjadinya sumbatan, sangat baik diberikan obat trombolisis intravena, yakni obat untuk menghancurkan sumbatan yang dimasukkan melalui pembuluh darah.
Biasanya, jika sumbatan yang terjadi tidak mengenai pembuluh darah besar, potensi kesembuhannya lebih tinggi. Untuk kasus stroke sumbatan di atas 4.5 jam- 6 jam, masih dapat dilakukan metode mekanikal trombektomi, yakni menggunakan alat khusus untuk menarik atau melepaskan sumbatan dari pembuluh darah di otak tersebut.
"Tindakan ini masih bisa dilakukan pada periode sumbatan hingga 6–12 jam pada beberapa studi, tetapi pada prinsipnya semakin cepat ditangani akan lebih baik" tuturnya.
Agar penanganan stroke lebih cepat, perlu diketahui gejala stroke yang dikenal dengan istilah FAST (Face, Arm, Speech, dan Time). Face berarti wajah terlihat mencong. Arm adalah terjadi kelumpuhan pada tangan atau satu sisi tubuh.
Speech adalah cadel saat berbicara. Dan Time yang berarti perlu penanganan sesegera mungkin. "Jika ada gejala seperti itu, harus langsung dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan tindakan. Semakin cepat ditangani, tingkat kecacatannya jauh berkurang," tegasnya.
Salah satu penyebab tingginya angka kematian akibat stroke adalah penanganan yang terlambat. Karena itu, Siloam Hospitals Lippo Village memiliki fasilitas stroke care terpadu yang lengkap dengan penanganan cepat. Bahkan, terdapat layanan ambulans melalui nomor telepon khusus di 1-500-911.
"Ambulans akan langsung berangkat dan kurang dari setengah jam diharapkan bisa menjangkau pasien, lalu memberikan pertolongan pertama," ujar Neurologist Siloam Hospitals Lippo Village Dr dr Rocksy Fransisca V SpS.
![]() |
Ada target waktu, mulai pasien masuk rumah sakit hingga dimasuki jarum untuk metode trombolisis intravena maksimal satu jam. Sedangkan untuk CT scan, dari pintu masuk rumah sakit sekitar 15–30 menit.
"Itu yang diperlukan penanganan cepat dari awal. Ada target yang memang harus dikerjakan dengan sangat hati-hati," ungkapnya.
Pada kasus stroke, juga diperlukan upaya untuk mencegah agar tidak terjadi kekambuhan (secondary prevention). Langkah utama adalah mengontrol faktor risiko seperti mengendalikan tekanan darah, diabetes, dan berhenti merokok. Selain itu, mengonsumsi obat pengencer darah untuk mencegah berulangnya stroke.
Umumnya, pada periode sebulan sejak terjadi sumbatan, angka kekambuhan sekitar 10%. Setelah lewat sebulan, angka kekambuhan akan semakin menurun. Biasanya pasien dinyatakan aman jika telah lewat masa setahun karena kondisinya hampir sama dengan orang yang tidak pernah terkena stroke.
