Banyak Uang dan Ingin Lebih PD, Alasan Artis Dekati Narkoba

Gloria Safira Taylor , CNN Indonesia | Selasa, 18/07/2017 17:51 WIB
Banyak Uang dan Ingin Lebih PD, Alasan Artis Dekati Narkoba Dalam selang waktu tak lama dari kasus yang menimpa Axel Matthew Thomas, Pretty Asmara terjerat kepemilikan sabu. Apa yang membuat artis mendekati narkoba? (Foto: Screenshoot via Instagram/@prettyasmara)
Jakarta, CNN Indonesia -- Belakangan ini marak pemberitaan artis yang terjaring dalam penggerebekan narkotika pihak kepolisian. Tak berselang lama setelah Axel Matthew Thomas (putra Jeremy Thomas) tersangkut pil Happy Five, artis Pretty Asmara juga diamankan atas kepemilikan narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Sebelum dua artis tersebut, ada Ridho Rhoma, Sean Azhari (putra Ayu Azhari), dan Ammar Zoni yang juga sudah lebih dahulu kedapatan memiliki narkotika dan ditahan pihak kepolisian.

Badan Narkotika Nasional pernah menyebut jika kalangan artis memang menjadi sasaran empuk oleh para pengedar narkoba. Alasannya, kemampuan keuangan, gaya hidup dan penampilan para pesohor tersebut serta beban kerja yang mereka lalui. Faktor keuangan memang cukup mendukung untuk pembelian narkoba lantaran harganya yang relatif mahal.


"Deputi Pemberantasan BNN sudah ada yang mengidentifikasi bahwa kalangan selebritis itu adalah pasar peredaran yang sangat empuk di mata para pengedar itu," ujar Kepala Bagian Humas BNN Ajun Komisaris Besar Sulistiyan Driatmoko beberapa saat lalu. 

Secara terpisah, Kepala Satuan Narkoba Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Suhermanto mengatakan, mahalnya harga narkotik membuat pengedar dan bandar menyasar kalangan berduit seperti artis.

"Itu pengaruh besar, gaya hidup dan finansial. Narkoba sendiri kan mahal, 1 gram sabu Rp1,8 juta kalau candu sehari bisa habis, kalau tidak ya dipakai beberapa orang kan cepat habis, hitung saja kalau seminggu pakai 3 gram berapa uangnya," ujarnya.

Secara psikologi 

Hal tersebut juga disepakati Psikolog Mira Amir. Menurutnya, pemakaian narkoba layaknya simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan antara artis dan pengedar.

"Beberapa jenis narkoba bisa membuat seseorang bisa melek lebih lama, selalu bersemangat dan bisa tercapai ketika ada pekerjaan yang tekanannya besar," ujarnya kepada CNNIndonesia.com saat dihubungi di Jakarta, pada Selasa (18/7).

Secara psikologi, Mira mengatakan, artis ingin terlihat tidak memiliki beban. Maka itu, mereka memilih untuk menggunakan narkotika sehingga memberikan penampilan yang lebih santai.

Bahkan, tidak hanya artis yang sudah lama melanglang di dunia entertain yang menjadi sasaran para pengedar. Mira menyebut, para pengedar juga mengincar artis yang sedang naik daun. Hal itu karena pendapatan mereka yang dinilai sedang banyak-banyaknya.

"Kondisi artis secara psikologi mereka bermasalah, mereka ingin menampilkan sisi yang stress free. Dari sisi penjual mungkin melihat artis karena mendapatkan penghasilan yang lebih, apalagi saat sedang naik daun, artis itu harus selalu dalam kondisi yang prima jadi seolah-olah sebuah kebutuhan," ucapnya.


Untuk itu, Mira mengatakan, seorang artis seharusnya memiliki manajemen waktu dan kontrol yang baik. Manajemen waktu itu berkaitan dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bekerja, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk istirahat serta berkumpul dengan teman dan keluarga.

Selain itu, seorang artis juga perlu menumbuhkan rasa percaya diri. Saat seorang artis menggunakan narkoba, Mira menilai, artinya dia merasa tidak percaya diri dengan penampilannya.

"Rasa percaya diri, ketika seorang artis sedang tinggi-tingginya dan merasa itu adalah waktu untuk dirinya, biasanya akan mendapatkan tuntutan kerja dari produser atau pengiklan sehingga akan digeber habis-habisan," tuturnya.