Depresi Mestinya Dialihkan ke Olahraga, Bukan Alkohol

, CNN Indonesia | Minggu, 23/07/2017 05:27 WIB
Depresi Mestinya Dialihkan ke Olahraga, Bukan Alkohol Apa yang dialami vokalis Linkin Park, Chester Bennington dengan alkohol sebagai pelarian kala depresi bukanlah solusi. Jalan terbaik adalah dengan berolahraga. (Foto: Thinkstock/ElNariz)
Jakarta, CNN Indonesia -- Chester Bennington, vokalis Linkin Park meninggal dunia karena bunuh diri pada Kamis (20/7) malam. Tindakan mengakhiri hidup lewat jalan pintas ini diduga terkait dengan penggunaan alkohol yang dilakukannya sejak lama.

Menurut Psikolog Andri, dari RS OMNI Alam Sutera Tangerang, apa yang dilakukan Bennington memang kerap terjadi. Alkohol menjadi pelarian ketika seseorang ingin lepas dari cemas dan depresi yang dialaminya. Hanya saja, alkohol hanya memberi manfaat sesaat, tapi berefek negatif di kemudian hari.

Lalu, bagaimana? Apa yang harus dilakukan ketika ingin menjadi pelarian saat depresi?


"Sejumlah studi dan penelitian mengungkapkan salah satu cara terbaik menghadapi depresi adalah dengan berolahraga," ungkap Andri saat dihubungi di Jakarta, pada Jumat (21/7).

Namun, permasalahannya seseorang yang depresi biasanya malas untuk beraktivitas atau melakukan sesuatu. Ada keengganan dan hilang hasrat untuk melakukan apapun. Oleh karenanya, kata dia, depresi perlu dikenali dan sambil jalan diobati, supaya tidak makin parah kondisinya. 

"Seseorang yang depresi, atau cemas berlebihan hendaknya melakukan terapi, dan menghindari aktivitas terkait penggunaan alkohol sebagai pelarian," ujarnya.

Lebih jauh Andri mengatakan, memang tidak semua orang lari ke alkohol ketika mengalami depresi. Namun, kebanyakan lebih suka memendamnya, atau tidak menyadari kalau mereka terkena depresi, serta malu mencari pertolongan. 


Padahal, kata dia, pada peringatan Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh 7 April lalu, tema besar yang diusung adalah Let's Talk Depression. Ini menandakan betapa seriusnya persoalan depresi, dan pembicaraan mengenai depresi bertujuan agar bagaimana setiap orang mendapatkan bantuan, tidak menghadapinya sendirian.

"Karena kalau misalnya pertolongan tidak didapat, akan jadi masalah di kemudian hari," tambah dia.

Andri mengatakan, seringkali depresi juga dianggap hal sepele. Orang-orang menanggapinya dengan santai, seperti ungkapan "Ah, kamu ini manja, tak bersyukur, tak beriman, atau tak beragama hingga mau bunuh diri segala.'

"Ketika seseorang berkata ia ingin mengakhiri hidupnya itu berarti genting, dan ia butuh pertolongan," ujar dia.

Orang yang depresi tidak ada hasrat melakukan apapun, lalu merasa dunia tidak lagi menarik baginya. Sifat putus asa ini lalu berujung dengan keputusan untuk mengkakhiri hidup. Oleh karenanya, berpikir positif akan membantu mereka yang depresi untuk melihat hidup lebih baik.