Selain menjadi ajang menunjukkan kecintaan terhadap Jakarta, masyarakat yang hadir di Setu Babakan, Jakarta Selatan juga memiliki beragam harapan dan optimisme terhadap Ibukota DKI Jakarta.
Terlebih, menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta baru yang akan dilantik pada Oktober 2017 nanti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Asal-usul Nama Lebaran Betawi |
Yusniar memang bukan keturunan Betawi asli. Namun, ia telah puluhan tahun menetap di Jagakarsa, Jakarta Selatan dan bekerja sebagai pengusaha batu permata di sana. Dengan logat Betawinya yang kental, ia bercerita kemajuan lalu lintas di kawasan rumahnya.
"Sekarang Jalan Pasar Minggu udah bersih, dulu semrawut banget banyak orang jualan buah. Tanah Abang juga sekarang lebih rapi. Semoga bisa terus begitu," katanya.
Lain halnya dengan Rahmat Ihsan, pemuda 15 tahun yang menginginkanpenambahan jumlah ruang terbuka hijau untuk tempat berkumpul warga dengan aman dan nyaman di Jakarta.
"Saya pengen ada tempat-tempat kayak (RPTRA) Kalijodo itu. Enak buat anak muda nongkrong daripada ke mall, mahal," ujarnya.
Ia juga berharap pemimpin baru Jakarta memebenahi transportasi umum mulai dari kereta rel listrik dan bis umum seperti Kopaja dan Metro Mini.
"Kereta udah nyaman sih, lumayan adem. Cuma sering gangguan aja dan gerbongnya sedikit, jadi penuh terus. Semoga bis bisa nyaman juga kayak kereta," kata Ihsan yang selalu menggunakan KRL menuju sekolahnya di Tebet dari rumah di Lenteng Agung.
"Saya juga nggak sabar banget jalan-jalan naik LRT. Biar kayak di luar negeri," ujarnya.
Selain persoalan moda transportasi, Ihsan yang duduk di bangku kelas tiga SMP tersebut menginginkan adanya peningkatan minat dan kepedulian anak muda untuk melestarikan kesenian Betawi.
"Saya berdoa semoga Pak Anies, Pak Sandiaga, bisa bantu menjaga kebudayaan Betawi, kayak silat, lenong, tari zapin, nggak punah. Supaya anak muda nggak main gadget teruslah," katanya. (evn)