Festival Songket Internasional Digelar di Sawahlunto

advertorial , CNN Indonesia | Kamis, 03/08/2017 14:18 WIB
Festival Songket Internasional Digelar di Sawahlunto Salah satu songket yang dipamerkan di Sawahlunto Internasional Songket Carnival 2017 (Foto: Wonderful Minangkabau)
Sawahlunto, CNN Indonesia -- Bagi Anda yang gemar mengoleksi kain songket, ada acara yang tidak boleh dilewatkan. Silakan berkunjung ke Sawahlunto, Minangkabau, Sumatera Barat. Pasalnya ada pergelaran Sawahlunto Internasional Songket Carnival 2017 (SISCa 2017).

Festival yang akan digelar pada 25-27 Agustus 2017 ini akan memamerkan banyak koleksi songket yang unik dan langka. Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf menjelaskan, acara yang sudah digelar untuk ketiga kalinya ini penuh dengan rangkaian acara yang sangat menarik.

"Kami laksanakan lagi karena semangat kami menumbuhkembangkan rasa cinta dan bangga akan Songket Silungkang. Kami gelar sebagai pemicu semangat penenun untuk terus berkreativitas dengan tradisi turun temurun nenek moyang Nagari Silungkang. Ini poin yang kami usung," ujarnya.

Acara yang tidak boleh dilewatkan adalah puncak acara karnaval atau arak-arakan yang menampilkan kreativitas desain dengan bahan utama Songket Silungkang. Songket ini dibuat secara tradisional dan alat yang digunakan sebagian besar masih memanfaatkan tenaga manusia.

Hal ini justru menjadi  keunikan tersendiri karena pengrajin bisa melakukan modifikasi beragam motif songket dan warna sesuai dengan keinginan pembeli. Songket Silungkang juga dikenal sebagai sebuah produk peradaban bernilai tinggi yang diminati oleh banyak wisatawan dan telah menjadi salah satu sumber ekonomi yang menopang kehidupan masyarakat dan pariwisata Sawahlunto.

Warna paling dominan yang digunakan adalah warna merah dan hitam. Sedangkan songket modifikasi saat ini sudah kaya akan warna, seperti warna hijau dan biru. Motifnya pun sudah banyak mengalami penyesuaian agar terlihat modis dengan model masa kini.

Songket merupakan produk tekstil yang telah dikenal sebagai warisan budaya. Tidak hanya dikenal karena keindahan kilau benang emas dalam berbagai motif yang unik saja, tetapi juga karena fungsi sosialnya sebagai alat kelengkapan kostum tradisional.

Menteri Pariwisata Arief Yahya berharap Silungkang dapat terus menjadi inspirasi. Tidak hanya menjadi objek budaya, tetapi juga dapat menjadi sumber kreasi terutama bagi para desainer dan pelaku industri sehingga dapat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Dengan adanya festival ini, pemanfaatan kekayaan budaya lokal, seperti songket, dalam industri akan mengangkat nama Indonesia karena keunikan dan keunggulannya. Selamat dan sukses untuk acara SISCa 2017," katanya.

Ragam acara lain yang tidak boleh dilewatkan yakni Pameran Songket Internasional (25-27 Agustus 2017), Fashion Show Cilik (25 Agustus 2017), SISCa Night (26 Agustus 2017), Konferensi Songket Nusantara (26 Agustus 2017), dan Karnaval Songket Silungkang (27 Agustus 2017).

Bagi Anda yang tertarik mengikuti acara yang masuk sebagai 10 nominator Festival Pariwisata Terpopuler di ajang Anugerah Pesona Indonesia 2017 ini bisa menghubungi Nofriadi (081277864810), R Ady Negoro (081372394801), Wulandary (085375018585), dan Suci R (081261050964).