Rendang dan Nasi Goreng Diserbu Masyarakat Ekuador

Antara, CNN Indonesia | Minggu, 06/08/2017 19:40 WIB
Rendang dan Nasi Goreng Diserbu Masyarakat Ekuador Hidangan rendang dan nasi goreng diserbu masyarakat Ekuador dalam acara Pekan Kuliner dan Budaya Indonesia yang digelar KBRI Quito di Ekuador. (Thinkstock/ALLEKO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hidangan rendang dan nasi goreng yang masuk dalam 50 makanan top dunia pilihan CNN diserbu masyarakat Ekuador dalam acara Pekan Kuliner dan Budaya Indonesia yang diadakan KBRI Quito di Restoran Portofino Hotel Hilton Colon Guayaquil, Quito, Ekuador.

Sejak dibuka oleh Wakil Menteri Pariwisata Ekuador, Carlos Larrea, dan Dubes RI untuk Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono Selasa lalu, pagelaran kuliner dan budaya Indonesia bertajuk Wonderful Indonesia Week 2017 berhasil memikat ratusan pengunjung menikmati kelezatan makanan Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung sejak Selasa (1/8) ini tidak saja menyajikan kuliner Indonesia, tapi juga budaya dan kerajinan. Grup tari Saleho asal Boyolali membawakan tari Topeng Ireng dan Sakeera menarik perhatian penonton.
Khusus makanan, selain rendang dan nasi goreng yang masuk dalam 50 makanan top dunia pilihan CNN, juga disajikan berbagai makanan lain. Tim juru masak yang didatangkan khusus dari Indonesia Satu Foundation di Amsterdam didukung juru masak Wisma Duta RI di Quito, menyiapkan kuliner Indonesia.


Hidangan Gohu Ternate yang mirip salah satu makanan khas Ekuador pun laris manis diserbu pengunjung.
Selain rendang, ada juga hidangan sate ayam, sate maranggi, sate lilit, sayur lodeh, urap, gado-gado hingga asinan dan rujak buah juga laris manis.

Begitu pun dengan nagasari, lemper, kue sus hingga bir pletok yang turut diminati pengunjung. Pengunjung hanya harus merogoh kocek US$45 per orang untuk menikmati semua makanan.
Dubes Diennaryati Tjokrosuprihatono mengatakan, promosi kuliner dan budaya ini merupakan bagian dari upaya menarik wisatawan dan pebisnis Ekuador berkunjung dan melakuka bisnis di Indonesia.

Selain kuliner, pengunjung juga disuguhkan tari-tarian dari Boyolali serta lagu Indonesia yang dibawakan musisi Yuyun George dengan memadukan saksofon dan suling.

Pengunjung di acara ini juga diajak berkelana menyaksikan aneka ragam batik khas Indonesia melalui demo pembuatan batik dan fashion show busana-busana batik karya Yuku Moko, Opi Bachtiar, Wieke Dwiharti , Wignyo dan Nani Rahmat.

Selama sepekan kegiatan, ratusan pengunjung yang berasal dari kota besar sekaligus kota bisnis di Ekuador telah menunjukkan antusiasme pada kuliner dan budaya Indonesia. Meski sebagaian besar bahan makanan bisa ditemukan dengan mudah di Guayaquil, namun penyajian ala Indonesia tetap menjadi sesuatu yang istimewa.


ARTIKEL TERKAIT