Tugu Khatulistiwa di Ekuador Malah Tak Dilintasi Khatulistiwa

Ardita Mustafa , CNN Indonesia | Rabu, 09/08/2017 13:33 WIB
Tugu Khatulistiwa di Ekuador Malah Tak Dilintasi Khatulistiwa
Jakarta, CNN Indonesia -- Monumen penada garis khatulistiwa selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Sama seperti Tugu Khatulistiwa di Pontianak, Kalimantan, Middle of the World Monument di Quito, Ekuador, juga menjadi objek wisata yang wajib dikunjungi wisatawan.

Setiap tahunnya, sebanyak 600 ribuan wisatawan mengunjungi Middle of the World Monument. Antrian panjang selalu terlihat di depan tiang penanda khatulistiwanya.


Namun, tidak banyak yang tahu, kalau garis khatulistiwa di Ekuador ternyata tidak melintasi monumen yang dibangun pada 1936 itu.

Dilansir dari Travel and Leisure, garis khatulistiwa justru melintasi kawasan yang berada sekitar 239 meter ke arah utara dari monumen tersebut.

[Gambas:Instagram]

Kawasan itu bernama Intiñan. Dari Middle of the World Monument, kawasan itu bisa ditempuh dengan berkendara selama dua menit.

[Gambas:Instagram]

Sesampainya di sana, wisatawan bisa melihat papan informasi resmi mengenai titik khatulistiwa yang melintasi kawasan Intiñan.

Pemerintah Ekuador sudah mengetahui mengenai titik khatulistiwa yang meleset ini. Namun, jika mereka harus memindahkan Middle of the World Monument, maka biaya yang harus dikeluarkan tidaklah sedikit.


Diperkirakan, biaya pemindahan itu akan berkisar hingga RpRp3,3 triliun. Hingga saat ini, rencana pemindahan belum dibahas kembali.

Para ahli mengatakan, kalau titik khatulistiwa bisa meleset karena pergerakan lempengan bumi. Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi yang membuat alat pengukur menjadi lebih canggih dan akurat.


Middle of the World Monument bukan satu-satunya penada lintasan garis khatulistiwa yang lokasinya meleset.

Tugu Khatulistiwa di Pontianak dan Geographic Centre of South America di Cuiaba, Brasil, dan Greenwich Prime Meridian Line di London juga disebut berada di lokasi yang malah tidak dilintasi oleh garis khatulistiwa.