Studi: Ingatan Penderita Alzheimer Bisa Dikembalikan Lagi

Elise Dwi Ratnasari , CNN Indonesia | Sabtu, 12/08/2017 15:30 WIB
Studi: Ingatan Penderita Alzheimer Bisa Dikembalikan Lagi
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit Alzheimer membuat ingatan penderitanya sedikit demi sedikit hilang. Hal ini disebabkan oleh enzim HCAC2 yang menekan gen memori otak hingga ia jadi tak berguna. Kemudian penderita akan makin cepat lupa dan sulit membentuk memori.

Sebuah studi baru-baru ini mengungkap bahwa memori penderita alzheimer bisa dikembalikan. Mengutip dari The Independent, penelitian dari Massachusetts Institute of Technologi (MIT) mengindikasikan hal ini. Mereka menemukan kemungkinan untuk memecah pemblokiran di dalam otak yang mana dapat mengembalikan hilangnya memori.

Sejauh ini, teori masih sebatas diterapkan pada tikus, tapi ketua tim studi, Li-Kuei Tsai berharap bahwa nantinya teori ini dapat berhasil mengembalikan memori pada manusia.


Secara garis besar, solusi untuk mengembalikan memori ini adalah dengan menghentikan 'aksi' HCAC2. Namun untuk mencapai ini terbukti sulit tanpa mempengaruhi enzim HDAC lain yang mana berpengaruh terhadap organ dalam.

Pendekatan MIT sukses mempengaruhi HCAC2, tanpa mengganggu enzim lain. Ini adalah sesuatu yang sebelumnya belum tercapai. Tsai mampu memblokade enzim pada Desember menggunakan sinar LED.

"Ini sangat menarik karena untuk pertama kalinya kami menemukan mekanisme spesifik di mana HCAC2 mengatur sinaptik ekspresi gen," jelas Tsai dikutip dari The Independent (9/8).

Menurutnya, jika blokade bisa dipecah dengan mengurangi aksi HCAC2 atau mengurangi kadar HCAC2, maka memori bisa dikembalikan.


Sementara itu, ahli gizi asal Inggris sekaligus penulis buku Natural Solutions for Dementia and Alzheimer’s setuju bahwa temuan ini menjanjikan.

"Alzheimer kini adalah pembunuh nomor satu bagi wanita dan pembunuh ketiga bagi pria, penting untuk kita berpikir tentang penekanan pada pencegahan seperti yang kita lakukan saat penanganan," katanya.

Studi yang diterbitkan di Cell Reports masih merupakan tahap awal dan harus dilakukan penelitian lanjutan agar membuahkan hasil. Bagaimanapun riset ini jadi revolusi untuk menemukan obat bagi penyakit alzheimer, suatu bentuk paling umum dari dimensia. Di Inggris sendiri, jumlah penderitanya mencapai 850 ribu.