Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf menyatakan dalam rangka HUT Monas, pada 12 Agustus ini warga Jakarta akan ada hiburan baru yaitu Monas Djakarta’s Fountain.
"Airmancur bergoyang ini sejak 2005 sudah tidak berfungsi dan tidak ada yang memperhatikan keberadaannya," ujar Triawan dalam unggahan dirinya di akun Instagram pribadinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Idenya kira-kira sebulan yang lalu, atas prakarsa bersama Pak Ahok [Basuki Tjahaja Purnama], Pak Djarot, Pak Sabdo pimpinan taman Monas, Addie MS, Keluarga Harry Kiss dan Pak Reza. Mereka bersama-sama membangun kembali airmancur Monas yang lama tidak berfungsi," ujar ayah kandung dari penyanyi Sherina Munaf.
"Pak Ahok dan Pak Djarot memberikan dana pribadi untuk beli kabel, lampu dan membenahi instalasi, pak Sabdo dan timnnya yang membongkar dan membenahi kembali air mancur yang sudah sangat parah kondisinya. Sedangkan kami, keluarga Kel Harry Kiss menyumbang sound system V8Sound, menghidupkan kembali Aquascan juga menciptakan system Magic Keyboard, yaitu Tuts piano yang kami ubah fungsinya untuk mengontrol gerakan airmancur, Pak Addie MS memberikan lagu-lagu karya orkestranya untuk diputar di Monas, dan terakhir Pak Reza memberikan fasilitas umum seperti toilet sekelas toilet hotel dan kebutuhuhan dasar untuk pengunjung yang datang," ujar Vidi dalam gladi bersih seperti dikutip dari Instagram milik Triawan.
Vidi dan Vadi menyatakan magic keyboard yang akan membuat air mancur seakan menari itu merupakan ide dari ayahnya, Harry Kiss. Harry yang memiliki nama lengkap Harry Aprianto Kissowo adalah seorang insinyur elektro yang sukses membangun kerajaan bisnis tata suara.
"Ini pertama di dunia," ujar Vadi yang baru lulus dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia pada Juni silam.
Vidi mengatakan kelebihan pengontrolan Magic Keyboard itu pun akan dipatenkan, karena lagu apapun bisa dimainkan dan di-arransemen sesuka hati, berbeda dengan yang sudah tersistem lewat komputer.
Monas dibangun di era kepemimpinan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Monumen dengan pucuk lidah api berlapis emas di puncaknya itu dibangun guna mengenang perjuangan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan.
Monumen tersebut mulai dibangun pada 17 Agustus 1961 di bawah perintah Presiden Soekarno, dan dibuka untuk umum pada tanggal 12 Juli 1975.
[Gambas:Instagram] (kid)