'Menghidupkan' Dongeng Putri Duyung di Brasil

REUTERS, CNN Indonesia | Senin, 14/08/2017 15:51 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Menjadi 'Putri Duyung' memberi kesenangan dan kepuasan tersendiri bagi sejumlah orang di Brazil. Bahkan, ada sekolah khusus yang makin diminati.

Sejumlah putri duyung menyapa dan berpose di hadapan pengunjung di Sao Paulo Aquarium pada awal Juni 2017. Profesi Putri Duyung satu di antara yang unik dan makin diminati kini di Brazil. (Foto/REUTERS/Pilar Olivares)
Carol Catan salah satu di antaranya yang beralih menjadi putri duyung sejak 2012, ketika ia meninggalkan kariernya sebagai dokter hewan. (Foto/REUTERS/Pilar Olivares)
Catan mendapat bayaran tampil di sejumlah acara tertentu untuk pesta anak-anak, mengajari sejumlah siswa, atau mendonasikan waktunya di rumah sakit anak. (Foto/REUTERS/Pilar Olivares)
Catan mengatakan permintaan akan jasa yang ia tawarkan cukup lumayan. Ia membawakan kisah 'A Forca do Querer' di mana perempuan bekerja sebagai putri duyung untuk akuarium. (Foto/REUTERS/Pilar Olivares)
Seperti kisah fiksi lainnya, Catan diterima kerja pada musim panas, akan tetapi di luar itu ia bisa saja punya kelas khusus dan pesta tertentu. (Foto/REUTERS/Pilar Olivares)
Pernah satu kali, di rumah sakit anak Disabled Child Care Association (AACD) di Sao Paulo,, ia berpakaian ala putri duyung duduk di atas kursi roda di samping anak kecil yang juga berkursi roda untuk memberi semangat. (Foto/REUTERS/Pilar Olivares)
Catan melakukan latihan rutinnya di kolam renang di mana saja tersedia dan bisa digunakan. Sejumlah siswi berpraktik menjadi putri duyung. (Foto/REUTERS/Pilar Olivares)
Dari kecil, kata Catan ia sudah terpikat dengan putri duyung. Inspirasinya datang saat ia menonton film 'Splash' pada 1984, yang dibintangi Daryl Hannah. (Foto/REUTERS/Pilar Olivares)
Selain Catan, ada Thais Picchi, mantan penari balet yang juga kemudian beralih menjadi putri duyung, serta Luciana Fuzetti yang juga menjadi pelatih putri duyung di Brazil. Profesi unik satu ini sepertinya akan makin diminati di masa mendatang. (Foto/REUTERS/Pilar Olivares)