Tora Sudiro Akan Jalani CT Scan Karena Sindrom Tourette

Puput Tripeni Juniman, CNN Indonesia | Selasa, 15/08/2017 20:20 WIB
Setelah menjalani pemeriksaan terkait kepemilikan dumolid, Tora Sudiro dijadwalkan akan melakukan CT Scan untuk mengecek sindrom Tourette yang dideritanya. Tora Sudiro Bakal Jalani CT Scan Terkait Tourette Syndrome (CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tora Sudiro bakal menjalani proses rehabilitasi ketergantungan obat yang dideritanya secara rawat jalan. Tora akan menjalani perawatan rutin di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur, Jakarta Timur.

Setelah menjalani pemeriksaan di RSKO hari ini (15/8), Tora dijadwalkan bakal melakukan CT Scan untuk mengecek sindrom Tourette yang dideritanya.

"Saya masih dalam tahap berobat jalan. Tadi pagi sudah menjalani pemeriksaan di RSKO. Selanjutnya saya mau CT Scan kepala saya perihalnya berhubungan dengan Tourette Syndrome yang saya derita," kata Tora saat konferensi pers Warkop DKI Reborn Part 2 di Jakarta, Selasa (15/8).



Sindrom tourette merupakan sebuah penyakit neuropsikiatrik yang membuat seseorang bisa mengeluarkan ucapan atau gerakan yang spontan tak terkontrol.

Penyakit ini pula yang menurut Tora membuatnya spontan mengacungkan jari tengah di dalam sebuah foto yang terekam awak media. Foto itu sempat heboh beberapa waktu lalu. Tora mengaku dia tak menyadari melakukan hal tersebut.


"Yang perkara jari tengah, saya yakin bukan saya. Mungkin terfoto tangan saya sedang begitu karena memang suka gerak-gerak. Saya enggak mungkin nunjukin yang brutal begitu, situasi lagi kejepit masa mau bunuh diri," tutur Tora.

Tora juga mengaku dia mengikuti semua peraturan dan prosedur yang berlaku selama masa penahanan dan juga proses rehabilitasi.

Selama beberapa kali menjalani perawatan Tora mengaku masih kesulitan tidur.

"Tidur masih jam 03.00 WIB. Semalam masih setengah empat. Saya sudah enggak tidak pakai obat itu lagi, sekarang dari rumah sakit dapat obat, ada resepnya," kata Tora.

Pemeran Indro dalan Warkop DKI Reborn ini diciduk polisi di kediamannya pada Kamis (3/8). Dia ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti kepemilikan 30 butir dumolid tanpa resep dokter.

Setelah ditahan, Tora diputuskan menjalani proses rehabilitas di RSKO. Selama sepekan di RSKO, Tora diperbolehkan beraktivitas kembali dengan rutin melakukan rawat jalan sejak Senin (14/8). (chs/chs)