Kenangan Manis Jimmy Choo akan Sepatu Pilihan Puteri Diana

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Rabu, 16/08/2017 09:58 WIB
Kenangan Manis Jimmy Choo akan Sepatu Pilihan Puteri Diana Berawal dari Diana yang pemalu dengan sepatu flat dan hak hanya lima sentimeter, Choo melihat perkembangan yang signifikan hingga tahun terakhir hidupnya. (Foto: AFP PHOTO / PATRICK RIVIERE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menjelang peringatan 20 tahun kematiannya pada akhir Agustus mendatang, sosok Puteri Diana kembali mencuat jadi pembicaraan. Di antara kesan yang mendalam tentangnya, termasuk pilihan akan fesyen, dan koleksi sepatunya. 

Bicara soal sepatu Diana, maka tak bisa lepas dari nama desainer Jimmy Choo. Melekat dengan imej ‘strappy stilettos’ alias sepatu hak tinggi dengan tali di bagian belakang, Puteri Diana adalah salah satu pelanggan sekaligus wanita yang membuat label ini menanjak popularitasnya.

Hubungan Choo dan Diana sendiri berjalan selama lebih dari tujuh tahun, dari awal 1990an hingga Diana wafat pada 1997. Tak terhitung berapa sepatu yang dipesan Diana. Namun,hal ini turut membantu label untuk semakin berkembang.


Dilansir dari Daily Mail, Choo sendiri adalah desainer kelahiran Malaysia. Ia belajar tentang pembuatan sepatu di Cordwainers College, London. Bekerja di sebuah ruang kerja kecil di Hackney, pada awalnya, ia hanya mampu mengerjakan 20 pasang sepatu seminggu. Masa ini jauh sebelum ia jadi nama besar dunia fesyen.


Diana mengenal Choo saat desainer Tomasz Starzewski membawanya ke Istana Kensington saat Diana memerlukan sepatu yang cocok dengan gaunnya. Choo begitu lihai merancang sepatu dengan coretan tangannya. Choo pun menjadi sejajar dengan Chaterine Walker, desainer yang ia percaya untuk membuat sesuatu pas seperti apa yang ia mau, rapi, glamor, dan semakin seksi saat dikenakan.

"Dia berkata: 'keep it simple!' ,"kata Choo menirukan sang puteri, dikutip dari Daily Mail, (15/8).

[Gambas:Instagram]

Saat itu Diana menolak segala ide Choo soal menambahkan detail berupa kristal dan mutiara. Demi memenuhi tututan kegiatan yang padat dan mobilitas yang tinggi sepanjang hari, dia ingin sepatu yang nyaman, flats pump dengan potongan V di bagian depan. namun Choo menemukan Diana bertransformasi menjadi wanita yang 'elegan', dan kemudian banyak ditiru.

Hingga pertengahan 1990-an, Diana mulai mengubah pesanannya. Ia memesan sepatu yang lebih layak, tetap dengan ciri khas Choo dan cocok dengan rok potongan pensil miliknya.


Choo membuat sepatu dengan tali bagian belakang berwarna ice-blue dari satin, dan dipasangkan dengan gaun rancangan Walker. Sepatu dibuat dengan hak setinggi 10 sentimeter. Ia mengenakannya pada Juni 1997, dan menonhol dengan gaya khasnya.

pada 2001, Choo menjual perusahaannya, tapi ia berkata tak akan melupakan pengaruh Diana dalam kariernya. terakhir, Diana memesan sepasang sepatu teplek atau flat shoes, champagne grosgrain pumps. Sayangnya, ia tak berkesempatan untuk mengirimkannya.


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA