Mengenal Hyperemesis Gravidarum yang Dialami Kate Middleton

Christina Andhika Setyanti | CNN Indonesia
Rabu, 06 Sep 2017 09:07 WIB
Kehamilan ke-tiga Kate Middleton ternyata masih mengalami gangguan hyperemesis gravidarum atau mual dan muntah berlebihan saat hamil. Kate Middleton hamil anak ketiganya dan mengalami masalah hyperemesis gravidarum (REUTERS/Jens Kalaene/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar gembira kehamilan ke-tiga Kate Middleton sedikit terusik karena gangguan hyperemesis gravidarum.

Sebenarnya, masalah ini bukanlah yang pertama dialami istri Pangeran William ini. Sejak kehamilan pertamanya, Kate memang sudah mengalami hyperemesis gravidarum.

Sejak hamil Pangeran George, Kate Middleton memang sudah mengalami masalah tersebut. Bahkan saat hamil Putri Charlotte dua tahun lalu, istri Pangeran William ini juga mengalami masalah yang sama. Parahnya, dia juga sampai dirawat di rumah sakit.


Mengutip Forbes, hyperemesis gravidarum berasal dari gabungan hyper, emesis, dan gravid. Hyper berarti berlebihan, emesis berarti muntah, sedangkan gravid adalah hamil.


Oleh karenanya, hyperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan saat sedang hamil.

Hyperemesis gravidarum ini ditandai dengan gejala dan frekuensi mual muntah yang jauh lebih sering dibanding morning sickness. Hyperemesis gravidarum ini akan membuat ibu hamil jadi lebih lemas bahkan sampai terganggu aktivitas hariannya.

Dalam kondisi biasa, ibu hamil bisa muntah sekitar 3-4 kali sehari. Sedangkan pada penderita hyperemesis gravidarum, ibu hamil bisa muntah lebih dari itu.

Tak jarang, masalah ini akan menyebabkan sang ibu mengalami dehidrasi, lemas, kekurangan nutrisi, dan sulit mempertahankan berat badan.


Penyebab hyperemesis gravidarum

Laman resmi Cleveland Clinic menjelaskan bahwa hyperemesis gravidarum disebabkan oleh tingginya hormon yang disebut HCG (human chorionic gonadotropin) dan estrogen dalam darah selama hamil.


Hanya saja, sampai saat ini penyebab asli hyperemesis gravidarum masih belum jelas, meskipun beberapa studi ilmiah menyebutkan ada faktor risiko lain yang berpengaruh. Beberapa di antaranya adalah hamil anak kembar, kelebihan berat badan, dan hamil pertama.

Hanya saja, penelitian lain menyebutkan bahwa hyperemesis gravidarum ini disebabkan oleh faktor keturunan.

Sebuah studi dari Norwegia yang dipublikasikan di BMJ pada 2010 menemukan bahwa perempuan yang memiliki ibu dengan masalah hyperemesis gravidarum, tiga kali lebih mungkin mengalami masalah yang sama ketika dia hamil.

Berdasarkan data dari European journal of Obstetrics & Gynecology and Reproductive Biology menganalisis sejarah 1224 keluarga yang dilaporkan mengalami hyperemesis gravidarum. Sekitar 28 persen perempuan yang punya ibu dengan masalah hyperemesis gravidarum juga akan mengalami masalah yang sama.



(chs/chs)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER