'Sumber Kehidupan' di Desa Jangkrik

Christina Andhika Setyanti , CNN Indonesia | Rabu, 13/09/2017 11:22 WIB
'Sumber Kehidupan' di Desa Jangkrik Adu jangkrik jadi olahraga yang sudah mendarah-daging di China. (REUTERS/Francois Lenoir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebelum populer sebagai makanan, jangkrik populer sebagai binatang aduan.

Adu jangkrik sudah populer di China sejak ribuan tahun lalu, namun seiring ledakan ekonomi yang terjadi di di China, penggemar 'olahraga' itu makin gila untuk menginvestasikan uang lebih banyak dari sebelumnya. Tradisi adu jangkrik bisa ditelusuri kembali hingga ke dinasti Tang (618-904).

Jangkrik yang ditemukan di ladang sekitar kota Sidian, Provinsi Shandong, dikenal dengan ukurannya yang besar dan sifatnya yang agresif. Ini dianggap sebagai faktor yang menguntungkan sebagai hewan aduan.

Dilansir dari Oddity Central, beberapa kaisar Cina lebih menyukai jangkrik Sidian karena kemungkinan menang yang dimilikinya lebih tinggi. Bahkan dewasa ini orang-orang kaya menghabiskan sejumlah uang untuk spesimen istimewa yang bisa membantu mereka mengalahkan lawan.


Pada akhir musim panas dan musim gugur, area sekitar Sidian ramai. Siang sampai malam, area ini dipenuhi oleh penduduk kota dan desa tetangga yang mencoba menghasilkan banyak uang selama perayaan tahunan pasar jangkrik.

Warga menghabiskan waktu berjam-jam setiap malam mencoba menangkap serangga, sebuah aktivitas yang dilakukan 80 persen penduduk Sidian setiap tahun. Selain itu, mereka juga melatih serangga untuk jadi petarung hebat.

Mereka juga menjadi perantara transaksi, bahkan membuka hotel untuk pembeli jangkrik yang berkeliling dari satu pasar ke pasar lain di Cina. Hampir semua penduduk kota terlibat dalam bisnis jangkrik.


Sidian ialah tuan rumah pasar jangkrik terbesar di Cina bagian utara. Keluarga penangkap jangkrik yang paling terampil bisa menghasilkan 100.000 yuan atau US$15.300, hanya di bulan Agustus saja.

Harga jangkrik juga bervariasi ada yang di bawah satu dolar, beberapa ratus dolar, hingga ribuan dolar.

Tahun ini seorang petani dari Desa Caojia, Sidian, telah menjual jangkrik seharga 15.000 yuan atau US$2.300. Banyak spekulasi yang mengatakan harga jual tertinggi di musim ini mencapai 50.000 yuan atau US$7.661 hanya untuk seekor serangga.

Sebuah artikel oleh Chinahush yang rilis 2014 lalu menyebutkan harga jangkrik termahal yang pernah dijual di desa Sidian mencapai 300 ribu yuan atau US$46 ribu.

Banyak penduduk yang menghabiskan waktunya bekerja di kota-kota besar dan penduduk yang telah berpindah daerah lain kembali ke Sidian setiap tahun hanya untuk pasar jangkrik. Mereka tahu bahwa mereka dapat memperoleh keuntungan besar dari pasar jangkrik.

Bisnis jangkrik Sidian sangat menguntungkan beberapa tahun terakhir, sehingga serangga yang hidup di sekitar kota mulai berkurang. Berbagai media dan aktivis lingkungan Cina telah mencoba meningkatkan kesadaran mengenai jumlah serangga yang terus berkurang di Sidian. Namun, kondisi ini tentunya sangat bertentangan bagi orang yang 'hidup dari jangkrik.'