Modal Satu Buku, CPNS MA asal Kalimantan Lulus Uji SKD

Elise Dwi Ratnasari , CNN Indonesia | Rabu, 20/09/2017 16:23 WIB
Modal Satu Buku, CPNS MA asal Kalimantan Lulus Uji SKD
Jakarta, CNN Indonesia -- Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD untuk CPNS Mahkamah Agung masih berlangsung hingga 22 September mendatang. Sebanyak 25 ribu lebih pelamar bersaing memperebutkan kursi untuk menjadi calon hakim MA. Berbagai macam cara dilakukan para peserta untuk lolos tes berbasis Computer Assisted Test (CAT) ini.

Salah satu peserta asal Kabupaten Kuala Kapuas, Triana Puspita Sari pun melakukan persiapan. Rupanya, hanya bermodalkan satu buah buku, ia dapat lolos SKD pada Senin (18/9). Mengutip dari laman Badan Kepegawaian Negara (BKN), gadis keturunan Suku Dayak itu lolos dengan total skor 343, dan melampaui nilai ambang batas tes SKD yang ditetapkan pemerintah.

"Saya belajar hanya dengan satu buku. Kalau simulasi Computer Assisted Test (CAT) menggunakan komputer susah dilakukan di daerah saya, karena untuk mengakses internet, saya gunakan modem, jadi tidak stabil," kata Triana, pada BKN, Rabu (20/9).


Untuk passing grade SKD CPNS, pemerintah menetapkan 143 untuk Tes Karakteristik Pribadi (TKP), 80 untuk Intelegensia Umum (TIU) dan 75 untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK). Peserta yang lulus batas nilai ini dapat melaju ke tahapan berikutnya dengan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang.

Triana sendiri mendapatkan nilai TWk 90, TIU 90 dan TKP 163 dengan total skornya 343.

Untuk mengikuti SKD di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dirinya harus menempuh perjalanan darat selama tiga jam. Triana mengungkapkan menjalani tes dengan sistem CAT relatif sulit.

“Durasi waktunya terlalu singkat, jadi peserta berpacu dengan waktu, sehingga tes ini relatif susah,” ujarnya.

Dihubungi terpisah, Diah Eka Palupi, Kasubag Hubungan Media dan Antar Lembaga Badan Kepegawaian Negara mengatakan CPNS MA tersebut tidak mengungkap judul buku.

"Tidak ungkap judul, tapi sepertinya itu buku latihan soal CAT," ujar dia.


Lebih jauh, Diah mengatakan persiapan untuk mengikuti tes CPNS kali ini tidak hanya dengan belajar atau latihan soal, tetapi juga dengan memenuhi ketentuan hingga hal-hal kecil seperti pakaian.

"Karena kalau ketahuan ada yang salah akan ditanya-tanya oleh petugas dan ini bikin grogi kemudian berpengaruh saat tes," katanya.

Sejauh ini, kata Diah, SKD di BKN pusat berlangsung lancar. Diah mengamati, peserta menghabiskan waktu mereka dengan belajar.

"Di kantin BKN penuh calon peserta tes pada belajar, tangga-tangga gedung juga," katanya.

Total sebanyak 30.175 memasukkan lamaran untuk menjadi calon hakim MA, tapi hanya 25.358 pelamar yang lolos tes administrasi dan kini mengikuti SKD. Mereka mengikuti SKD di 30 titik lokasi di seluruh Indonesia.