Berkenalan dengan Genjer yang Menginspirasi 'Lagu PKI'

Christina Andhika Setyanti , CNN Indonesia | Rabu, 20/09/2017 18:51 WIB
Berkenalan dengan Genjer yang Menginspirasi 'Lagu PKI'
Jakarta, CNN Indonesia -- Peristiwa G30S/PKI sangat identik dengan adanya lagu 'Genjer-genjer'. Pada masa demokrasi terpimpin, PKI melakukan kampanye besar-besaran untuk mendongkrak popularitas mereka dengan menggunakan lagu ini.

Lagu ciptaan seniman angklung M. Arif ini ternyata disukai dan kerap dinyanyikan dalam berbagai kesempatan. Hal inilah yang akhirnya membuat lagu 'Genjer-genjer' jadi identik dengan lagu PKI.

Keidentikan dengan lagu PKI ini membuat Genjer-genjer jadi nyanyian terlarang di Orde Baru.

'Sebelum' terkenal karena lagu, genjer sendiri sebenarnya adalah tumbuhan yang kerap dimasak untuk dijadikan sayur pendamping nasi.


Genjer yang memiliki nama latin Limnocharis flava ini merupakan gulma rawa yang jadi makanan itik. Hanya saja, genjer nyatanya juga dikonsumsi rakyat Indonesia yang miskin pada saat itu.

Fakta 'sayur orang miskin' inilah yang akhirnya membuat sang pencipta lagu menggunakan genjer sebagai media kritik dan perjuangan melawan penguasa.

Pada masa itu, genjer diolah menjadi beragam olahan sayur yang berserat dan digunakan sebagai pengganti daging. Tak heran, genjer kerap diidentikkan dengan makanan orang miskin.


Genjer biasanya diolah dengan cara ditumis. Hanya saja, ketika genjer tak diolah dengan tepat, rasanya bisa berubah jadi pahit. Meski rasanya tidak sepahit daun pepaya dan pare, namun pahitnya genjer cukup mengganggu bagi yang tak suka.

Untuk menghilangkan rasa pahit genjer, Anda bisa menambahkan udang atau teri dalam tumisannya. Penambahan tempe iris ataupun tahun juga bisa membuat tumis genjer jadi lebih nikmat.


BACA JUGA