UNESCO: 617 Juta Anak-Remaja Sulit Baca dan Matematika

Christina Andhika Setyanti , CNN Indonesia | Jumat, 22/09/2017 09:29 WIB
UNESCO: 617 Juta Anak-Remaja Sulit Baca dan Matematika Laporan terbaru dari lembaga statistik Unesco, UIS mengungkapkan bahwa 617 anak dan remaja di seluruh dunia tak mencapai tingkat minimum membaca dan matematika.(robarmstrong2/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemampuan baca dan tulis anak dan remaja masa kini tengah jadi masalah.

Pasalnya dalam laporan terbaru dari lembaga statistik Unesco, UIS mengungkapkan bahwa 617 anak dan remaja di seluruh dunia tak mencapai tingkat minimum membaca. Tak cuma soal membaca, tapi mereka juga memiliki masalah pada matematika.

Melansir Antara, setidaknya ada lebih dari 387 juta anak usia sekolah dasar dan juga 230 remaja usia SMP tidak memiliki tingkat minimun membaca dan matematika. Ironisnya, ini tak berarti kalau mereka tak sekolah.


Anak dan remaja ini bisa tak punya kemampuan minimun untuk baca dan matematika sekalipun mereka ada di ruang kelas.

"Jumlah ini mengkhawatirkan baik dalam hal penyia-nyiaan potensi manusia dan prospek untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan," kata direktur UIS Silvia Montoya.

Hal ini terjadi karena kurangnya akses. Anak-anak yang keluar dari sekolah hanya punya sedikit atau tidak punya sama sekali kesempatan untuk memiliki kemampuan tersebut. Selain itu faktor kualitas pendidikan dan juga kegagalan untuk mempertahankan anak agar tetap belajar juga jadi masalah.


"Data baru ini adalah seruan untuk penanaman modal yang jauh lebih besar di bidang kualitas pendidikan."

Jumlah tertinggi anak dan remaja yang tak bisa membaca dan matematika ada di kawasan Sub-Sahara Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tengah.