Kesalahan Fatal Saat Buat Lamaran Kerja Menurut HRD

Filani Olyvia, CNN Indonesia | Jumat, 22/09/2017 15:44 WIB
Curriculum vitae (CV) atau riwayat hidup memang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan, tapi banyak orang yang menyusun CV seperti di profil kencan daring. Ilustrasi: Curriculum vitae (CV) atau riwayat hidup memang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan. (Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Curriculum vitae (CV) atau riwayat hidup memang dibutuhkan untuk mendapatkan pekerjaan. Hanya saja terkadang banyak orang yang menyusun CV untuk melamar pekerjaan dibuat tak jauh berbeda dengan menyusun biodata profil layanan kencan buta daring.

Sebagian orang mencoba membuatnya semenarik mungkin, agar terlihat menonjol di antara pelamar lainnya.

Akibat hal itu, tidak sedikit yang nekat memelintir isi CV mereka. Berbohong dengan menulis pencapaian mereka selama ini secara berlebihan. Jika Anda pernah berpikir untuk melakukan hal serupa, mungkin saat ini Anda perlu berpikir ulang.


Sebuah survei yang dilakukan terhadap sedikitnya 460 orang kepala human resources development (HRD) di berbagai perusahaan di Australia mengungkapkan, 68 persen pelamar kerja langsung dikeluarkan dari daftar kandidat calon pekerja karena ketahuan tidak jujur saat menyusun CV-nya.


Para perekrut mengatakan bahwa hal yang paling sering 'dipermak' oleh pelamar adalah pengalaman kerja yang mereka lakukan sebelumnya.

Survei yang dilakukan oleh Robert Half Australia ini menunjukkan bahwa sebanyak 60 persen dari 460 kepala HRD yang mengikuti survei mengaku telah sering menangkap kandidat yang tidak jujur mengenai fakta pekerjaan mereka sebelumnya.

Sebagian lainnya (48 persen) mengungkapkan bahwa mereka pernah menangkap basah pelamar yang berbohong mengenai pendidikan maupun kualifikasi mereka. Tidak sedikit juga yang mengaku pernah menangkap pelamar yang berbohong mengenai kemampuan berbahasa asing maupun pengalaman magang mereka.

Direktur Robert Half Australia Andrew Morris mengatakan, transparansi dan kejujuran selama proses perekrutan dan wawancara adalah salah satu hal paling penting yang harusnya dipertimbangkan oleh pelamar untuk mendapatkan pekerjaan.


"Banyak perusahaan yang melakukan pemeriksaan latar belakang dengan sangat ketat, dan saat ini semuanya (verifikasi data) semakin dimudahkan dengan perkembangan teknologi digital dan media sosial," kata Andrew seperti dikutip Cosmopolitan.

Begitu diketahui tidak jujur, kata Andrew, maka kredibilitas pelamar akan rusak, dan peluang mereka untuk mendapatkan pekerjaan di tempat baru akan sangat tipis.

"Sekalipun mereka adalah kandidat yang ideal untuk posisi yang dibutuhkan," ujarnya.

Berbohong di CV bahkan dapat memengaruhi perjalanan karier seseorang. Sekalipun berhasil mendapat pekerjaan, namun jika ketahuan berbohong, maka risiko diberhentikan secara tidak hormat sangat mungkin terjadi. Tindakan itu tentunya akan menghilangkan kesempatan seseorang untuk mendapat surat rekomendasi untuk melamar pekerjaan di masa depan.

Bedakan CV dan Resume

Kesalahan lain yang selama ini masih sering terjadi saat mengajukan lamaran kerja adalah masih banyaknya pelamar yang belum paham kapan harus mengirimkan CV, dan kapan harus melampirkan resume. Pada kenyataannya, CV maupun resume adalah dua dokumen dengan struktur dan konten yang berbeda.

Mengutip JobStreet.com, CV biasanya ditulis dengan template tertentu. Berisi catatan rinci tentang riwayat karier maupun pencapaian seseorang, lengkap dengan informasi pribadi seperti status perkawinan, kewarganegaraan, tanggal lahir bahkan foto. Panjangnya minimal 2 halaman, tapi bisa jauh lebih panjang. Terutama saat pencapaian seseorang terus bertambah.

Sementara resume adalah ringkasan singkat mengenai keterampilan, kualifikasi dan pendidikan seseorang dalam satu halaman. Pembuatannya harus disesuaikan untuk masing-masing pekerjaan, karena itu resume sering disebut sebagai 'iklan' yang memberikan informasi tentang siapa pelamar, agar perekrut dapat mengetahui dengan cepat mengapa ia adalah kandidat terbaik untuk posisi yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, penggunaan resume lebih banyak digunakan pada sektor swasta dan industri kreatif. Penggunaan resume telah lama menjadi standar dokumen aplikasi kerja di negara seperti Amerika Serikat dan Kanada. Sementara CV biasanya lebih dibutuhkan untuk pelamar pada instansi layanan publik, seperti CPNS.


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA