Arief Yahya Pastikan Wisatawan Tetap Bisa #EnjoyBali

adv , CNN Indonesia | Kamis, 12/10/2017 14:45 WIB
Arief Yahya Pastikan Wisatawan Tetap Bisa #EnjoyBali
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata Arief Yahya turut memberikan kabar bahwa kondisi Bali aman dari erupsi. Bahkan ia mengumpulkan industri pariwisata Bali di Kantor BPPD Bali.

“Status Gunung Agung masih siaga, meskipun hari ini frekuensi gempa menurun hingga 400 kali sehari,” paparnya.

Ia harus berkomitmen kepada wisatawan yang selalu ia sebut sebagai customers.

“Kita tidak minta bencana, wisatawan juga tidak ada yang mau ada bencana, tetapi fenomena alam itu bisa terjadi di mana saja, kapan saja,” katanya, Baginya, hal terpenting adalah mempersiapkan mitigasi, terutama dalam menangani wisatawan.

“Khusus akomodasi, saya mengimbau kepada industri, PHRI, maupun GIPI untuk bersiap-siap memberikan diskon maksimal kepada wisman yang extend karena bandara tutup seandainya erupsi benar-benar terjadi,” katanya.

Mengenai diskon, Arief mengatakan bisa diatur sendiri bersama asosiasi asalkan kompak.

“Idealnya hari pertama free 100 persen, hari berikutnya bayar 10 sampai 20 persen, lalu dinaikkan lagi hingga maksimal 25 sampai 50 persen. Ini akan memberi dampak luar biasa kepada wisman, mereka tidak merasa dipermainkan oleh industri, mereka akan menjadi loyal customers,” tegasnya.

Jika tidak mengikuti skema tersebut, nama Bali akan tercoreng. Semua pihak bisa ikut terimbas lama. Erupsi memang belum terjadi, tetapi harus dipersiapkan kejadian terburuknya.

“Lagi-lagi, suasana force majeure seperti ini tidak ada yang menginginkan,” paparnya.

Ia mengatakan tidak ada yang bisa menjamin dan memprediksi kapan erupsi itu benar-benar terjadi. Penanganan telah dilakukan dalam tiga tahap, yakni pre, on, dan post erupsi. Pada tahap pre, sudah diperkirakan akan turun 10 hingga 20 persen, tetapi Arief tidak ber-statement di media bahwa Bali Aman di mana turunnya bisa lebih dari 70 persen.

“Karena itu, di pre erupsi ini kita masih meng-invite wisatawaN ke Bali. Nah, ada delta 50 persen. Dengan asumsi 3 bulan saja, sudah 150 persen. Risikonya, kalau erupsi, maka hotel punya empati dengan memberikan fasilitas diskon selama minimal 12 hari sebagai kompensasi kita mengundang mereka ke Bali. Diskon itu berlaku sampai check out dari Pulau Bali,” katanya.

Dalam kunjungannya, Arief memimpin pertemuan dengan Bali Tourism Hospitality (BTH) Task Force di kantor Bali Tourism Board Denpasar, Bali. Ia didampingi Deputi BPDIP Dadang R Ratman, Staf Khusus Bidang Komunikasi Don Kardono, Staf Khusus bidang Aksesibilitas Udara Judi Rifajantoro, dan Staf Khusus bidang IT Samsriyono saat memimpin rapat.

Bali Tourism Hospitality Task Force adalah organisasi yang dikepalai oleh Kepala Dinas Pariwisata Bali, dengan susunan pengurus perwakilan GIPI, PHRI, ASITA, dan perwakilan Kemenpar. Topik rapat BTH adalah untuk pelayanan wisatawan terkait berbagai kemungkinan kondisi Gunung Agung atau mitigasi plan.

Dalam rapat tersebut, tim Bali Tourism Hospitality Group memaparkan tiga skenario antisipasi pemenuhan kebutuhan wisatawan, yaitu aksesibilitas (pengantaran), akomodasi (penginapan), dan atraksi (hiburan) sekaligus pemantauan dan penanganan isu yang berkembang di media massa terkait perkembangan Gunung Agung.

"Bali relatif aman, area yang terdampak jika erupsi hanya mencakup 2 persen dari keseluruhan Pulau Bali. Yang terpenting, kita siapin mitigasinya. Customer akan loyal bila produk melebihi ekspektasinya. Maka BTH harus bisa memberikan pelayanan terbaik bagi wisatawan bila terjadi erupsi,” lanjutnya.

Warganet pun menghebohkan dengan tagar #EnjoyBali. Kemenpar juga telah menyiapkan Rp 5 miliar untuk menghimpun informasi dan membantu pelayanan hospitality serta recovery.

"Kami juga sudah mengumpulkan media untuk menyatukan visi dan misi bahwa wisatawan di Bali akan enjoy menikmati Bali. Kami pastikan bahwa 98 persen objek wisata di Pulau Dewata Bali masih aman untuk dikunjungi," kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia Bali Ida Bagus Agung Parta di sela-sela pertemuan tersebut.

Juru Bicara Badan Promosi Pariwisata Daerah Bali Gilda Lim Sagrado mengatakan BTH ini akan fokus pada aspek kepariwisataan dengan menggunakan official website www.BaliTourismBoard.or.id menjadi untuk menginformasikan data dan informasi BTH.

Gilda mengatakan website Kementerian Pariwisata juga akan terkoneksi dengan website BTH. Demikian juga dengan website Dinas Pariwisata ProVinsi Bali akan terkoneksi dengan www.BaliTourismBoard.or.id.

”Semua official statements terkait Gunung Agung khususnya sektor pariwisata akan dikeluarkan bersama Kementerian Pariwisata, Dinas Pariwisata Pemerintah Bali, dan Dewan Pariwisata Bali. Semuanya berada di bawah satu gugus tugas gabungan, yakni BTH. Ini untuk menghindari berita-berita yang tidak benar karena memang kondisinya Bali saat ini memang enjoy untuk dinikmati wisatawan. Silakan enjoy Bali,” ujarnya.