Saran Bruni untuk Melania Trump Soal Cara Jadi Ibu Negara

Christina Andhika Setyanti , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 12:18 WIB
Saran Bruni untuk Melania Trump Soal Cara Jadi Ibu Negara Istri mantan presiden Perancis, Carla Burni tampil di memberikan saran pribadi untuk Melania Trump tentang bagaimana cara tanggapi kritik sebagai ibu negara. (REUTERS/Hamad I Mohammed)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbagai kritik dan cercaan dialamatkan pada sosok ibu negara Amerika Serikat Melania Trump.

Melania Trump sendiri sangat jarang menanggapi berbagai kritik tersebut. Namun dia menjawab komentar dari Ivana, mantan istri Donald Trump.

Terkait hal tersebut, istri mantan presiden Perancis, Carla Burni tampil di memberikan saran pribadi untuk Melania Trump.

"Mungkin Anda tidak mau memikirkan saran ini, ini bukan saran untuk personal. Namun, lebih ke posisinya. Orang semacam di belakang posisinya," kata Bruni dikutip dari Yahoo.

"Jadi ketika dikritik, orang yang dikritik itu bukan Anda, tapi posisinya."

Saran ini diberikan Bruni kepada Melania karena dia sempat berada di posisi tertinggi. Bruni mengakui bahwa posisi tersebut adalah kehormatan yang besar, namun semuanya berasal dari ketenaran sang suami.

"Ini tidak mengganggu saya sama sekali. Itu sangat bagus. Itu benar-benar pengalaman yang luar biasa, tapi saya selalu berhati-hati untuk tidak mengatakan sesuatu yang salah," ujarnya.

Selama menjabat sebagai ibu negara, Bruni berteman dengan sejumlah individu dengan pangkat yang tinggi, seperti Michelle Obama atau orang-orang dengan posisi Putri atau Ratu di suatu negara.

Dalam wawancara dengan Refinery29 penyanyi dan model Perancis ini membuka tentang persahabatannya dengan istri Barrack Obama. Ia mengungkapkan Michelle sebagai 'wanita yang paling baik'.

Bruni pertama kali bertemu dengan Michelle saat konferensi NATO digelar di Jerman. Pada saat itu, Michelle memberikan gitar Gibson kepada Bruni. Kemudian, gitar tersebut digunakan untuk menyanyikan lagu 'Blowing in the Wind' karya Bob Dylan pada perayaan Nelson Mandela yang ke-91.

Wanita ini juga mengakui bahwa ia tak kehilangan apa pun saat menjadi ibu negara.

"Pikiran saya dipenuhi dengan kekhawatiran terhadap suami saya, mungkin seseorang bisa tiba-tiba membunuhnya," jelasnya.

"Namun, hal ini adalah kehormatan yang luar biasa dan saya dapat membantu orang banyak selama saya di Elysee. Saya tidak merindukannya, tapi saya menghargai kenangan seperti itu."