Investor Asing Mulai Jajaki Investasi di Sektor Pariwisata

adv , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 14:32 WIB
Investor Asing Mulai Jajaki Investasi di Sektor Pariwisata
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus merencanakan dan mengimplementasikan strategi dalam mempromosikan sektor pariwisata. Berkat kegigihan tersebut, kegiatan promosi yang telah dilakukan membuahkan hasil yang baik.  Tidak hanya minat kedatangan wisatawan mancanegara, tetapi juga minat investor asing yang ingin menanamkan modalnya di sektor pariwisata.

Kabar terbarunya, investor dari London, Paris, dan New York menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia. Mereka pun mulai menjajaki kelayakan investasi di sektor pariwisata di Indonesia.

Hal tersebut diketahui setelah Menteri Pariwisata Arief Yahya didampingi Ketua Tim Pokja 10 Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah S Thaib menerima audiensi CEO Wellington Capital Advisory (WCA) David Burke di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta.

Hiramsyah mengatakan David Burke melaporkan dan menyampaikan tiga hal dalam audiensinya. Pertama, WCA selaku analyst and financial investment advisor yang berbasis di Jakarta dan Singapura telah menerima berbagai permintaan kajian untuk kelayakan investasi di sektor pariwisata di Indonesia.

"Terutama kliennya dari London, Paris, dan New York," ujar Hiramsyah.

Kedua, dengan sinyal kuat dari para investor, WCA sangat berharap dapat turut membantu mempromosikan peluang investasi di 10 Bali Baru maupun destinasi existing lainnya.

"Karena sudah mendapat banyak interest dan letter of intent untuk berinvestasi di sektor perhotelan dan pariwisata di beberapa wilayah di Indonesia," lanjutnya.

Ketiga, penawaran kerja sama yang diajukan WCA tanpa biaya. WCA hanya meminta untuk di-supply berbagai materi dan lokasi-lokasi potensial destinasi investasi pariwisata yang clean and clear dari sisi perizinan.

"tentunya yang sejalan dengan arah pengembangan pemerintah," tambahnya.

Selanjutnya, WCA akan membantu memasarkan peluang destinasi investasi pariwisata kepada klien dan berkoordinasi lebih lanjut dengan Kemenpar. Khususnya dalam pemenuhan kebutuhan investasi di sektor pariwisata dan sektor privat untuk pemenuhan amenitas yang nilai kebutuhannya mencapai USD 10 miliar.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi ketertarikan WCA dalam membantu mempromosikan destinasi investasi di sektor pariwisata Indonesia. Menurutnya, pariwisata Indonesia memang seksi. Indonesia memiliki potensi yang tinggi di sektor pariwisata dan membutuhkan banyak sentuhan dalam penataan destinasi sehingga dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk kehadiran investor yang berperan di dalamnya.

"Pariwisata merupakan salah satu leading sector di Indonesia, WCA tidak akan salah membantu Kemenpar dalam pengembangan pariwisata," katanya.

Hal tersebut lantaran angka pertumbuhan pariwisata Indonesia dan dukungan pemerintah serta Presiden Joko Widodo sangat fokus terhadap pariwisata.

Ia mengatakan,pertumbuhan pariwisata Indonesia saat ini adalah yang tertinggi. Sampai Juni 2017, pertumbuhan wisatawan mancanegara mencapai 22,4 persen. Dibanding dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang 5,01 persen, maka terbilang pertumbuhan wisman yang identik dengan penerimaan devisa naik empat kali lebih cepat dari pertumbuhan ekonomi nasional.

"Untuk branding, tahun 2017 Wonderful Indonesia ranking 47 dan masuk klaster 1. Amazing Thailand ada di ranking 68 dan Truly Asia Malaysia di ranking 85," paparnya.

Merujuk pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman RI Luhut Binsar Panjaitan saat membuka acara ‘The 19th Teochew International Convention’ beberapa waktu lalu, Indonesia sangat terbuka untuk investasi. Selain itu, Indonesia merupakan negara yang aman untuk investasi dan memiliki return yang bagus.

"Jadi investasi di Indonesia di pariwisata pasti bikin untung," ucapnya.