Tak Ada Pesta di Koh Phangan Jelang Kremasi Raja Thailand

AFP , CNN Indonesia | Jumat, 13/10/2017 18:04 WIB
Tak Ada Pesta di Koh Phangan Jelang Kremasi Raja Thailand Suasana pesta di Pulau Koh Phangan. (AFP PHOTO / LILLIAN SUWANRUMPHA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak ada pesta selama bulan Oktober di Thailand, begitu imbauan dari pemerintahnya menjelang upacara kremasi mendiang Raja Bhumibol Adulyadej yang meninggal dunia pada tahun lalu, seperti yang dilansir dari AFP.

Walau tak ada keriaan dan tak boleh menyetel musik bervolume tinggi, pusat keriaan di Pulau Koh Phangan masih diizinkan beroperasi dan menjual minumal alkohol.


Imbauan itu berimbas pada sepinya Pulau Koh Phangan, yang biasanya selalu ramai dengan Pesta Terang Bulan (Full Moon Party) di pinggiran pantainya.

Pengelola kelab malam di sana diminta untuk kembali menggelar pesta pada November 2017.

Upacara kremasi Raja Bhumibol Adulyadej dijadwalkan pada 25 sampai 29 Oktober 2017, bertempat di Grand Palace, Bangkok.


Kondisi tidak adanya pesta pada tahun ini kurang lebih sama dengan yang terjadi pada tahun lalu, saat sang raja diberitakan meninggal dunia.

Pelaku usaha wisata yang bergantung dengan bisnis bertema pesta tentu saja mengaku usahanya melesu.

[Gambas:Instagram]

Keluarga kerajaan memang sangat dihormati di Negara Gajah Putih itu. Pakaian berwarna hitam dikenakan sebagai tanda berduka saat berita sang raja wafat. Beberapa juga ada yang sampai mengganti foto profil media sosialnya dengan warna hitam.

Stasiun televisi juga ikut menayangkan programnya dengan warna monokrom. Film dokumenter mengenai Raja Bhumibol Adulyadej juga sering disiarkan.


Sebanyak 32,5 juta turis datang ke Thailand sepanjang tahun lalu. Puluhan juta turis yang datang diminta untuk menghormati meninggalnya sang raja.

Meski suasana jadi lebih muram, tapi objek wisata tetap dibuka, kecuali Grand Palace yang akan ditutup hingga 29 Oktober 2017.

(ard)