Pulau Morotai, Kawasan '10 Bali Baru' dengan Kendala Lama

ANTARA , CNN Indonesia | Kamis, 19/10/2017 11:08 WIB
Pulau Morotai, Kawasan '10 Bali Baru' dengan Kendala Lama Turis melakukan kegiatan snorkeling di perairan Pulau Morotai. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecantikan kawasan wisata di Indonesia sudah menjadi rahasia umum. Dan, sudah menjadi rahasia umum juga kalau kawasan wisata yang cantik itu masih sulit dijangkau.

Tak hanya untuk turis, sulitnya akses transportasi juga dirasakan oleh masyarakat lokalnya. Terutama bagi mereka yang tinggal di kawasan perairan, seperti di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.


Saat ini, masyarakat lokal di pulau yang masuk dalam daftar 10 Bali Baru versi Kementerian Pariwisata itu berharap agar PT Pelni (Persero) dapat menyediakan kapal penumpang dari dan ke Pulau Morotai.

"Masyarakat Pulau Morotai sudah lama merindukan kapal penumpang yang menyinggahi daerah ini, khususnya yang melayani rute pelayaran dari Jawa, Sulawesi dan Papua atau sebaliknya," kata salah seorang tokoh masyarakat dari Pulau Morotai, Abdullah Lamani, seperti yang dilansir dari Antara.

Selama ini jika ingin keluar Pulau Morotai—seperti ke Sulawesi atau Papua, mereka harus menggunakan kapal penumpang yang terlebih dahulu singgah di Ternate.

Tidak ada masalah yang berarti sepanjang perjalanan dari Pulau Morotai ke Ternate, hanya saja durasi lebih lama, jaraknya lebih jauh dan biayanya jadi lebih mahal.

Butuh waktu sembilan jam untuk menyeberang dari Pulau Morotai ke Ternate, dan sebaliknya.


Selain kapal penumpang, Pulau Morotai juga bisa disinggahi oleh penerbangan perintis, tetapi jadwalnya hanya satu kali dalam sehari. Itu pun harus transit di Ternate atau Manado.

Jangan tanya harga tiketnya, karena bagi sebagian besar turis dalam negeri pun masih terasa mahal, apalagi bagi masyarakat lokal yang berpenghasilan rendah.

Bagi destinasi wisata yang masuk dalam daftar 10 Bali Baru, akses transportasi di Pulau Morotai masih jadi kendala lama yang belum teratasi solusinya.

[Gambas:Instagram]

Anggota DPRD Maluku Utara, Irfan Umasugi, berharap agar harapan masyarakat bisa diperhatikan oleh Kementerian perhubungan.

“Tak hanya berguna bagi kehidupan masyarakat, semakin mudahnya transportasi juga diperkirakan bakal meningkatkan jumlah kunjungan turis ke Pulau Morotai,” ujar Irfan.

[Gambas:Instagram]

Pulau Morotai telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus dan 10 Bali Baru oleh pemerintah.

Dalam hal pariwisata, pulau seluas 1.800 kilometer persegi dengan penduduk sebanyak 95,5 ribu jiwa ini diharapkan bisa mendatangkan 500 ribu orang turis setiap tahunnya.

Selain kecantikan alamnya, Pulau Morotai juga sarat akan sejarah.

[Gambas:Instagram]

Pulau ini sempat menjadi pangkalan militer Jepang pada Perang Dunia II, yang lalu diambil alih oleh Amerika Serikat pada 1944.

Peninggalan sejarah mulai dari kendaraan sampai markas militer masih tersisa di sana.

Pulau Dodola, Tanjung Gorango, Pantai Rorasa, dan Pulau Kokoya, hanyalah beberapa dari banyak lagi kawasan perairan cantik yang ada di Pulau Morotai.

Bagi yang gemar menyelam, pulau ini menyediakan 28 titik selam yang berpemandangan indah. Sedangkan bagi yang ingin berselancar, Tanjung Sopi merupakan tempat yang paling pas.