Para ilmuwan menggunakan teknik rekayasa genetik CRISPR-Cas 9 untuk menciptakan babi rendah lemak yang memiliki lemak tubuh 24 persen lebih rendah dibanding babi pada umumnya.
Hanya saja, tujuan utama mereka bukanlah untuk menciptakan makanan olahan babi seperti sosis atau bacon yang rendah lemak, melainkan untuk tujuan lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Babi tersebut diberi gen yang mampu mengatur suhu internal dengan membakar lemak tubuh.
"Babi bisa menjaga suhu tubuh dengan lebih baik, artinya mereka bisa bertahan lebih baik di cuaca dingin" tutur kepala penelitian Jianguo Zhao dikutip dari The Daily Meal.
Meskipun begitu, ilmuan lain tidak setuju bahwa babi dengan rekayasa genetik tersebut lebih baik.
Walaupun rendah lemak, mereka dimodifikasi secara genetik dan kontroversial bagi konsumen di berbagai negara, salah satunya Amerika Serikat.
"Saya ragu babi ini akan diimpor ke Amerika Serikat, dan kedua saya ragu kalau babi itu akan diizinkan untuk masuk ke dalam rantai makanan," ujar Roberts. (tab/chs)