Semalam JFW 2018 mengakhiri 'pestanya' lewat gelaran Dewi Fashion Knights (DFK). Sesaat sebelum fashion show dimulai, Svida Alisjahbana, Ketua Umum JFW sekaligus CEO Femina Group menuturkan bahwa gelaran JFW menjadi perayaan akan keberagaman lewat kreativitas.
"Semoga ide-ide, gagasan, kreativitas dalam Jakarta Fashion Week bisa memberikan kontribusi pada inovasi fashion Indonesia," ujarnya di fashion tent JFW 2018, Jumat (27/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesan 'wah' tak hanya terpancar berkat karya-karya apik desainer, tapi juga para pengunjung yang rasanya tak kalah fashionable dari para model. Alhasil, belum sampai masuk ke area panggung pun, mata langsung bisa menangkap dandanan atau tampilan 'wah' dan tak jarang unik.
Aneka makanan dan minuman pun menyambut mereka yang hadir semalam. Semua tertawa, semua senang, semua menikmati acara. Bahkan usai peragaan busana, para model turut melebur bersama para tamu undangan untuk menikmati suguhan penyelenggara acara.
Rupanya ada perselisihan antara karyawan Femina Group dengan perusahaan tempat mereka bekerja. Karyawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Karyawan Femina Group (FKK-FG) tak menerima gaji penuh sejak awal 2016 lalu.
JFW 2018 menyajikan karya desainer terkemuka. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Namun, skema pembayaran gaji ini berubah pada Juni/Juli 2016. Pembayaran gaji hanya 50 persen, sedangkan sisanyaa dicicil pada 2017 sebesar 25 persen kemudian 12,5 persen. Hingga kini masih tersisa 12,5 persen.
Pada hari raya Idul Fitri, karyawan tidak menerima Tunjangan Hari Raya yakni sebesar 70 persen dari gaji. Setelah Idul Fitri, skema pembayaran gaji semakin tidak menentu tanpa pernah mencapai persentase 100 persen.
Berbagai langkah, termasuk diskusi dengan pihak perusahaan, tak menemukan solusi atau jawaban pasti. Akhirnya, lanjut Gading, 15 orang yang berasal dari berbagai anak perusahaan Femina Group pun memberikan kuasa pada LBH Pers.
Pagelaran busana di JFW 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki) |
Muncul anggapan bahwa belum terpenuhinya hak karyawan akibat ketidakmampuan perusahaan. Padahal gelaran 'pesta' tujuh hari tujuh malam mampu diselenggarakan. Tentu gelaran fashion besar-besaran itu menelan dana besar walau ada deretan sponsor yang turut mendukung.
Lihat juga:Cerita Seru Wita Juwita, 'Wajah' JFW 2018 |
Sementara itu, pihak Femina Group enggan memberikan keterangan terkait persoalan rumah tangga perusahaannya. Gillian, pihak HRD Femina Group mengatakan perusahaan tidak diam saja dengan pemberitaan yang makin viral perihal perusahaannya.
Namun, ia tak memberikan keterangan apapun karena menurutnya, semua ditangani bagian manajemen melalui pengacara.
Jawaban senada juga ia berikan terkait pertemuan bipartit antara perusahaan dengan FKK-FG.
"Saya tidak bisa menjawab langsung. Apa yang sudah kita lakukan dari sisi perusahaan, kita serahkan semua pada lawyer kita untuk jawab semua," saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (24/10) malam.
Bagi yang sudah berkeluarga, mereka jadi kesulitan membayar biaya sekolah anak. Bahkan, Gading menuturkan, ada karyawan yang harus menjual barang-barang rumah demi bisa berangkat ke kantor.
Ia pun berharap, persoalan ini bisa selesai di mediasi tanpa harus ke meja hijau.
"Enjoy the show and we'll see you next year," ujar Svida menutup pidatonya.
Tahun depan, adakah JFW lagi?
(aal)
JFW 2018 menyajikan karya desainer terkemuka. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Pagelaran busana di JFW 2018. (CNN Indonesia/Safir Makki)