Menurut Risma, ketika menerima penghargaan Global Green City di New York, Amerika Serikat (AS) pada 31 Oktober lalu, ternyata Surabaya sudah menjadi pembicaraan di PBB terkait konsep Kota Layak Anak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Risma yang juga didaulat menjadi pembicara dalam pertemuan mendatang itu meyakini, fasilitas-fasilitas tersebut memperkuat alasan UNICEF memilih Surabaya sebagai tuan rumah Pertemuan Internasional Kota Layak Anak.
Surabaya berhasil meraih penghargaan Global Green City dari PBB, karena data menunjukkan bahwa kualitas udara kota semakin membaik setelah banyaknya Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Usaha tersebut dinilai baik, sementara banyak kota lain yang malah memanfaatkan lahan terbukanya untuk mendirikan bangunan komersil.
Begitu juga luasan genangan air di Surabaya yang semakin berkurang, serta distribusi air bersih yang kini hampir merata di KOta Pahlawan ini.
"Yang jelas, tujuannya bukan untuk penghargaan. Kita harus terus bekerja keras karena konsep green city (kota hijau) ini tengah menjadi isu penting di dunia internasional," pungkasnya.
(ard)