Di Lombok, Pasar Pancingan Akan Diaktivasi GenPI NTB

adv, CNN Indonesia | Sabtu, 11/11/2017 22:41 WIB
Di Lombok, Pasar Pancingan Akan Diaktivasi GenPI NTB
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasar Karetan yang didesain anak-anak muda GenPI Jateng terus bergulir, dan bahkan menjadi model bagi komunitas Generasi Pesona Indonesia dari daerah lain.

Salah satu yang sudah bersiap-siap diluncurkan adalah Mataram, Lombok, NTB.

“Namanya Pasar Pancingan. Namanya saja sudah pancingan, pasti berkaitan dengan pemancingan, kolam dan ikan yang menjadi salah satu daya tarik atraksinya. Pasti seru,” kata Jhe Ipul Ketua GenPI Lombok Sumbawa, yang pekan ini berencana ke Pasar Karetan, Boja, Kendal.


Lalu kapan? Di mana? Apa kreatifnya?

“Tunggu tanggal mainnya ya! Yang pasti, harus Instagrammable, banyak spot selfie, aneka macam kuliner, tempat yang asyik, alami, dan banyak edukasi,” jelas Jhe.

Ikut terus infonya di Instagram @GenPILombokSumbawa dan @GenPINTB di twitter.

GenPI NTB adalah komunitas Generasi Pesona Indonesia pertama yang dulu dibentuk untuk mempopularkan Wisata Halal atau Family Tourism di NTB. Prestasi yang dicapai adalah selama 2 thn Lombok memborong banyak penghargaan dari World Halal Tourism Awards.

Selain itu, pasar tiap Minggu seperti ini juga akan dibuat Tepian Sungai Musi, di Bantul Yogjakarta, Aceh, Bandung, Padang, dan banyak destinasi lain untuk mendukung pariwisata.

GenPI NTB sudah banyak pengalaman dalam membuat acara seperti kuliner, blogger camping, famtrip, media partner dan lainnya.

Jhe mengatakan, pasar pancingan itu akan berhasil karena juga berkolaborasi dengan prinsip Pentahelix, ABCGM. Academician, Business, Community, Government, dan Media.

“Kami adalah community dan media sosial. Pemprov NTB juga hampir pasti setuju,, tinggal menggandeng pelaku bisnis dan intelektual kampus,” ungkapnya.

Koordinator GenPI Nasional Mansyur Ebo menambahkan, ada banyak kegiatan pasar yang sedang dipersiapkan yang seluruhnya berbasis pada atraksi pariwisata, untuk memperkuat daya tarik dan daya saing destinasi.

“Kami selalu menggabungkan nature alam, culture atau budaya dan dikombinasi dengan manmade,” kata Mansyur Ebo.

Pasaran adalah bentuk kopi darat atau offline komunitas netizen dan masyarakat umum yang tematik.

Anak muda zaman “now” tidak mau yang biasa-biasa saja. Semua harus punya cerita, asyik di foto, dan kreatif.

“Mereka maunya berlama-lama nongkrong, seperti di cafe, asal jaringan telekomunikasinya bagus,” kata dia.

Minggu, 12 November 2017, jaringan telekomunikasi di Pasar Karetan sudah 4G. Lalu, harus disiapkan banyak outlet listrik, karena kebutuhan dasar mereka adalah komunikasi data.

“Jadi mereka bisa live FB, facetime, line dan lainnya,” ungkap Ebo, yang terus membangun GenPI dan GenWI untuk menggaungkan destinasi, kegiatan dan kebijakan kepariwisataan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Esthy Reko Astuty yang sempat hadir di Pasar Karetan, Minggu 5 Novembet 2017 lalu, mengapresiasi semangat anak-anak muda dalam berkreasi. Menciptakan pasar-pasar dengan berbagai karakter, sesuai daerahnya.

“Seperti yang di Radja Pendapa Camp ini, menggabungkan antara adventure, nature, culture dan ada banyak sentuhan buatan atau manmade,” jelas Esthy (syahb)