Ajangnya pun disiapkan dengan sangat serius. Ratusan umbul-umbul dan poster telah terpampangdi sepanjang jalan raya kota. Itu belum termasuk baliho besar yang terpasang gagah di setiap sudut jalan protokol.
“Ada lima negara yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan. Vietnam, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand dan Singapura, bakal ikut ambil bagian. Jadi persiapannya harus serius. Semua harus standar ASEAN karena targetnya adalah jumlah kunjungan wisatawan berkunjung ke Kota Batam," tutur Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti, Senin (13/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kebetulan kan budaya masing-masing negara sedikit mirip ya. Jadi balutan acaranya bisa ikut diset dengan kesenian khas negara peserta,” ujar Esthy Reko Astuti.
Terpisah, Dinas Parawisata Kota Batam Pebrialin menambahkan, kegiatan KSM selain bertujuan untuk memorial jumlah wisatawan ke Kota Batam juga sekaligus upaya melestarikan seni dan budaya Melayu Provinsi Kepulauan.
“Mari kita jaga dan pelihara nilai-nilai budaya yang terkait dengan nilai etika, moral dan adab. Yang merupakan inti adat istiadat kebiasaan masyarakat tempatan, sehingga dapat teraktualisasi dalam kehidupan dan kehidupan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, ajang ini jadi salah satu magnet untuk menarik wisman negara tetangga.
"Pertama, Batam punya kedekatan. Lokasi yang strategis, berdekatan dengan negara tetangga Malaysia, Singapore, Thailand Selatan. Dekat secara geografis atau dekat dalam jarak, dan dekat secara kultural, budaya Melayu," kata Arief Yahya.
Kedua, Arief selalu menyebut komitmen pemimpin daerah dan itu mempengaruhi 50% kesuksesan suatu even.
"Pemkotnya sudah dukung. Ke depannya, hal ini harus dibuktikan dengan alokasi anggaran di sektor pariwisata yang lebih tinggi, lebih konkret untuk membangun destinasi dan infrastruktur dasar pariwisata," kata Arief Yahya.