Artikel Sponsor

Pos Indonesia Kembangkan 'Big Data Analytic'

adv , CNN Indonesia | Kamis, 16/11/2017 00:00 WIB
Pos Indonesia Kembangkan 'Big Data Analytic' Direktur Utama PT. Pos Indonesia (Persero) Gilarsi W. Setijono
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Pos Indonesia (Persero) akan mengembangkan big data analytic untuk mendongkrak inklusi keuangan, khususnya di daerah rural (pedesaan). Melalui big data analytic tersebut Pos Indonesia akan membuat credit scoring yang nantinya bisa dikerjasamakan dengan lembaga perbankan untuk penyaluran pembiayaan.

Demikian diungkapkan Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Gilarsi Wahju Setijono di Bandung, baru-baru ini. Data yang digunakan, menurut dia, akan diambil dari aktivitas ekonomi transaksi riil masyarakat rural di lapangan.

“kami akan membangun terlebih dahulu big datanya. Kurang lebih butuh waktu satu tahunan. Kami akan membuat divisi khusus untuk big data analytic tersebut.” katanya.

Pembangunan divisi big data analytic tersebut, menurut dia dilakukan untuk menjembatani Indonesia terhadap pemerataan inklusi keuangan. Seperti diketahui, akses masyarakat rural terhadap lembaga keuangan masih terbatas.

“Secara umum saat ini baru 36% masyarakat Indonesia yang memiliki akun perbankan. Sebanyak 64% di antaranya mayoritas yang tinggal di pelosok, belum tersentuh layanan perbankan.” kata Gilarsi.

Padahal menurut dia, potensi di pedesaan  cukup besar. Ia mengatakan, masyarakat pedesaan, khsusnya pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), banyak yang sudah melakukan transaksi keuangan dengan omzet yang cukup besar.

“Data transaksi tersebut akan dimasukkan dalam suatu proses analytic. Hasil analytic itu lah yang akan digunakan membuat credit scoring yang bisa digunakan sebagai rekomendasi terhadap akses funding.” ujar 
Kerja sama perbankan

Ia mengatakan, big data analytic tersebut sangat mungkin dibangun Pos Indonesia karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut memiliki infrastruktur dengan cakupan luas, menjangkau rural area. Bahkan, jangkauan Pos Indonesia mencapai pelosok.

“Karena kami bukan lembaga keuangan, data tersebut menjadi bahan rekomenadasi. Untuk eksekusi terhadap akses funding akan dikerjasamakan dengan lembaga perbankan. Peran kami adalah menjembatani antara masyarakat rural dan lembaga perbankan.” tuturnya.

Selain big data analytic, untuk melayani masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan, Pos Indonesia juga akan luncurkan aplikasi “Digiroin” (Digital Giro Indonesia). Aplikasi tersebut sudah bisa diunduh melalui Appstore dan ditargetkan akan diluncurkan tahun depan.

“Salah satu pasar yang kami bidik adalah TKI. Melalui aplikasi ini mereka bisa menghemat biaya pengiriman uang menjadi hanya 2%. Biasanya biaya pengiriman uang bisa 6%-7%.” tutur Gilarsi.


ARTIKEL TERKAIT